Jumat, 05 Agustus 2011

Pondok Romadhon SMK Canda Bhirawa Pare

Salah satu kegiatan rutin yang diadakan di SMK Canda Bhirawa Pare setiap bulan suci ramadhan yaitu kegiatan pondok romadhon yang wajib diikuti oleh seluruh siswa - siswi yang beragama islam. Kegiatan ini diadakan bergilir sesuai dengan jadwal masing - masing kelas yang telah ditetapkan. Para siswa terlihat mengikuti kegiatan ini dengan tertib dan penuh semangat.

Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperdalam ilmu dan pengetahuan keagamaan para siswa, sehingga bisa tercapai keseimbangan antara kegiatan pendidikan formal sehari - hari dengan pengetahuan keagamaan para siswa.

Kamis, 26 Mei 2011

Dies Natalis 2011 SMK CB Pare

Hari yang dinantikan oleh seluruh siswa SMK Canda Bhirawa Pare akhirnya datang juga. Setelah mengalami pengunduran jadwal pelaksanaan akhirnya pada hari sabtu 22 Januari 2011 bertempat di halaman sekolah SMK Canda Bhirawa Pare digelar acara spektakuler yaitu Dies Natalis 2011 SMK Canda Bhirawa Pare dengan acara Gempar Musical Canda Bhirawa Pare yang memiliki tema "Generasi Muda Penuh Karya".

Pelaksanaan acara Dies Natalis kali ini diawali dengan kegiatan jalan santai yang mana pesertanya adalah para siswa - siswi dan para bapak ibu guru di SMK Canda Bhirawa Pare. Acara jalan santai dimulai sekitar pukul 07.00 Wib dan selesai sekitar pukul 08.00 Wib yang kemudian langsung dilanjutkan dengan acara Gempar Musical Canda Bhirawa Pare. Acara Gempar Musical ini merupakan ajang kreativitas bagi para siswa - siswi SMK Canda Bhirawa Pare untuk menampilkan berbagai pertunjukan seni diantaranya pertunjukan musik baik band maupun akustik, dance, theater, dan beberapa pertunjukan seni lainnya.

Untuk memeriahkan acara ini diadakan juga pengundian berbagai macam door prize diantaranya door prize dari acara jalan santai, door prize langsung dari sponsor dan ada juga acara pemberian penghargaan dari perpustakaan sekolah bagi siswa - siswi yang paling rajin membaca atau meminjam buku diperpustakaan sekolah.

Launching Radio Suara Pendidikan Canda Bhirawa Pare

Launching Radio Suara Pendidikan Canda Bhirawa Pare dilaksanakan bersamaan dengan acara Dies Natalis 2011 SMK Canda Bhirawa Pare. Sehingga tepatnya pada hari sabtu 22 Januari 2011 telah diresmikan mengudaranya Radio Suara Pendidikan Canda Bhirawa Pare pada frekuensi gelombang 92.50 MHz. Acara ini diresmikan oleh bpk. Drs. Zainal Abidin yang mewakili bpk kepala sekolah SMK Canda Bhirawa Pare yang pada kesempatan tersebut berhalangan hadir. Untuk kedepannya Radio Suara Pendidikan Canda Bhirawa Pare ini diharapkan bisa menjadi salah satu media untuk mengembangkan dunia pendidikan yang bisa bermanfaat bagi keluarga besar SMK Canda Bhirawa Pare dan masyarakat umum.

Kamis, 28 April 2011

Unesco Dorong Pemuda Indonesia Berani Bicara

Untuk memfasilitasi keinginan tersebut, Komite Nasional Indonesia untu UNESCO (KNIU) menyelenggarakan Youth Desk Workshop untuk para pemuda. Workshop ini dibuka oleh Ketua KNIU Arief Rachman, di gedung Kemdiknas, Rabu (27/04).

"Workshop ini untuk mendengarkan suara pemuda, jadi kalian harus speak up," katanya saat membuka workshop tersebut.

Ada empat isu yang akan dibicarakan dalam workshop ini, yang disebut dengan 4e. Engage, yaitu untuk merangkul solidaritas antar pemuda. Ensure, meyakinkan bahwa pemuda Indonesia bisa ambil bagian dalam pembangunan. Encourage, menyelenggarakan dialog untuk membahas isu-isu yang sedang berkembang di regional maupun internasional, dan Empower, untuk memberdayakan potensi pemuda

YouthDesk Workshop merupakan langkah awal UNESCO untuk menyuarakan suara pemuda. Indonesia patut berbangga, karena dari 196 negara dalam UNESCO, baru 7 negara yang memiliki perwakilan pemuda termasuk Indonesia di dalamnya.

Arief menyebutkan, ada kecenderungan dalam siklus 20 tahunan di Indonesia terjadi perubahan-perubahan yang dipelopori oleh pemuda. Yaitu tahun 1908 berdirinya Boedi Oetomo, 1928 tercetusnya sumpah pemuda, 1945 Indonesia Merdeka, 1965 penumpasan G30S PKI, 1997 reformasi, dan dikhawatirkan akan terjadi perubahan-perubahan lagi dalam waktu dekat.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Arief mengajak para pemuda untuk menyuarakan aspirasinya wadah yang tepat. "Untuk itulah workshop ini kita adakan, agar suara para pemuda bisa di dengar dengan baik," katanya.

Turut hadir juga dalam acara tersebut Kepala Bidang Peningkatan Sumber Daya Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Mirhan Tabrani, yang menyampaikan bahwa Kemenpora juga memiliki program-program kepemudaan untuk meningkatkan potensi dan pengembangan karakter pemuda secara nasional maupun internasional.

"Dalam setiap kesempatan kami selalu mendorong pemuda untuk selalu berada di garda paling depan dalam meraih kemajuan. Diantaranya melalui revitalisasi gerakan pramuka, jambore pemuda Indonesia, program kapal pemuda nusantara Pertukaran pemuda internasional (PPIK, PPIA, PPIM, PPIKor, SSEAYP, JENESYS, dan PPICin), Konferensi-konferensi dan youth forum , Pengiriman delegasi pemuda Indonesia ke luar negeri," katanya.

Perwakilan United Nations Volunteer (UNV) Iulia Seviuc dari Moldova mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan tingkat sensitifitas relawan yang tinggi. Baik relawan kemanusiaan maupun relawan untuk bencana. "Dari berbagai kegiatan relawan, Indonesia banyak memegang peran," tuturnya.

Workshop ini mendatangkan peserta sebanyak 60 orang yang berasal dari SMA, Perguruan Tinggi, Organisasi Kepemudaan, Jurnalis muda, dan kalangan artis muda.

Minggu, 17 April 2011

TKJ Smk Canda Bhirawa Pare Kediri.html Komputer IT Teknologi

Buat download mania, tak perlu panjang lebar ,ini hanya sekedar saran.. download IDM (Internet Download Manager) 2011 tanpa registrasi, ini bukan trial ataupun dengan registrasi, tinggal satu kali install untuk sepuasnya.. Download Disini

Rabu, 30 Maret 2011

Pemilihan Rektor juga Memperhatikan Pilihan Publik

Kementerian Pendidikan Nasional memiliki hak suara 35 persen dalam pemilihan pimpinan perguruan tinggi negeri. Aturan tersebut berlaku setelah diberlakukannya PP 66/2010 dan Permendiknas 24/2010 tentang Pengangkatan Dan Pemberhentian Rektor/Ketua/Direktur Pada Perguruan Tinggi yang Diselenggarakan Pemerintah. Dalam falsafah pemilihan bersama, harus disepakati tata aturan yang akan diambil, termasuk terhadap hasil yang nantinya akan menentukan siapa yang akan terpilih.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas Djoko Santoso menyampaikan, ada sembilan kriteria yang dipakai Kemdiknas dalam memilih rektor perguruan tinggi. Sembilan kriteria tersebut meliputi; kepakaran, pengetahuan tentang perguruan tinggi pemerintah dalam tridarma. Berikutnya, pengalaman manajemen perguruan tinggi, pandangan pengembangan perguruan tinggi pemerintah untuk yang akan datang, wawasan tentang pendidikan tinggi, kepedulian terhadap kebijakan nasional terkait dengan pendidikan tinggi, kepedulian terhadap perundingan nasional, kepedulian terhadap masalah masyarakat dan lingkungan, dan wawasan tentang internasionalisasi terkait perguruan tinggi.

"Selain sembilan kriteria itu, kami juga memperhatikan kondisi lapangan melalui public bot (pilihan publik)," kata Djoko saat memberikan keterangan pada jumpa pers di Kantor Kemdiknas, Selasa (29/03).

Sebelum diberlakukannya kedua aturan tersebut, senat perguruan tinggi menjaring semua nama bakal calon pimpinan. Dari hasil jaringan tersebut kemudian disaring tiga nama yang selanjutnya diserahkan kepada Kemdiknas untuk dipilih dan ditetapkan. Tapi setelah aturan tersebut berlaku, Kemdiknas tidak lagi langsung memilih dan menetapkan, melainkan duduk bersama dengan senat perguruan tinggi dalam sidang tertutup memilih dan menetapkan satu nama terpilih. Proporsi suara untuk Kemdiknas 35 persen dan senat universitas 65 persen.

Kenapa ada 35 persen bagi Kemdiknas, Djoko mengatakan, itu merupakan bagian dari birokrasi yang menegaskan bahwa pimpinan terpilih memiliki tugas tambahan sebagai birokrat, di samping tugas utamanya sebagai dosen yang memiliki jabatan akademik.

Dari tiga nama yang diajukan oleh senat perguruan tinggi kepada Kemdiknas, Kemdiknas memiliki waktu dua pekan untuk mempelajari dan memberikan penilaian sebelum akhirnya bersama-sama dengan senat universitas memutuskan satu nama.

Keunggulan Perguruan Tinggi Bukan untuk Dipertandingkan

Keunggulan perguruan tinggi atau universitas bukan untuk dipertandingkan, melainkan untuk dikolaborasikan bagi kepentingan umat manusia. Karena itu kehidupan di perguruan tinggi fasafahnya bukan saling menjatuhkan, melainkan saling bersinergi. Ini bisa dilihat dari publikasi-publikasi ilmiah yang dilakukan.
Demikian salah satu pokok pikiran Mendiknas Mohammad Nuh saat menyampaikan pidato penerimaan gelar kehormatan doktor honoris causa dari Universitas Teknologi Malaysia (UTM) Johor Bahru, Malaysia, Sabtu (26/3) siang. Hadir dalam acara yang dirangkai dengan kegiatan wisuda ke-46 itu beberapa rektor dari perguruan tinggi di Indonesia, diantaranya, UI, ITB, IPB, Unesa.
Pemberian doktor HC dilakukan oleh Sultanat (isteri sultan Johor Bahru), Zarith Sofiah binti Almarhum Sultan Idris Shah, yang merangkap pimpinan UTM. Pada acara wisuda itu juga sebanyak 8 orang doktor dan 15 master asal Indonesia, turut diwisuda.
Dikatakan Mendiknas, membangun kerjasama yang erat antar perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) adalah mutlak diperlukan untuk meningkatkan daya saing global guna meraih kemakmuran dan kesejahteraan. Kawasan ASEAN merupakan kawasan di dunia dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat. Dengan jumlah penduduk sekitar 700 juta serta kekayaan sumberdaya alam yang melimpah dan pertumbuhan ekonomi sekitar 4,1% , ASEAN telah menjadi pusat pertumbuhan dan kekuatan ekonomi baru di dunia.
"Komitmen negara-negara ASEAN untuk menjadikan ASEAN sebagai pasar bebas pada tahun 2015 adalah tantangan dan sekaligus peluang bagi kita. Untuk itu kerjasama yang erat dalam bidang pendidikan mutlak diperlukan. Karena itu pada kesempatan yang sangat baik ini, kami mengajak UTM untuk memperluas kerjasama yang lebih erat dan harmonis lagi dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia," katanya.

Dikatakannya, ada empat pilar didalam membangun kerjasama yang tidak boleh ditinggalkan, pilar pertama saling memahami, kedua saling pengertian, ketiga saling percaya, dan pilar keempat saling menguntungkan. "Keempat pilar ini menjadi penting sebagai landasan untuk menjalin sebuah kerja sama. Tentu saja dengan terlebih dahulu melihat kebutuhan masing-masing," katanya.

Pada bagian lain sambutannya, Nuh juga mengingatkan, kalau seseorang atau sebuah negara boleh memilih kawan, tapi tidak bisa dalam memilih tetangga, karena pada dasarnya tetangga adalah sesuatu yang melekat (given). "Karena itulah kerjasama dan menjaga hubungan baik dengan tetangga menjadi penting dan harus, karena hakekatnya memang bertetangga tidak bisa memilih," katanya.

Terhadap pemberian gelar kehormatan doktor honoris causa, mantan Menkominfo ini mengatakan, pemberian gelar kehormatan yang diterima dari UTM ini bukan untuk dirinya, tapi untuk komunitas pendidikan, khususnya pendidikan tinggi.

"Saya benar-benar tidak menyangka bahwa apa yang saya lakukan semasa menjabat sebagai Rektor Institut Teknologi Sepuluh November, Menteri Komunikasi dan Informatika, serta Menteri Pendidikan Nasional mendapat perhatian yang luar biasa dari sebuah perguruan tinggi terbaik di Malaysia," katanya.

Rabu, 16 Maret 2011

Tkj Smk Canda Bhirawa Pare Kediri :Pemerintah Dukung Universitas Trilogi Dalam upayanya membentuk lulusan yang terampil dan berdaya guna di masyarakat

Dalam upayanya membentuk lulusan yang terampil dan berdaya guna di masyarakat, pemerintah mendukung terbentuknya universitas trilogi. Karena harus diakui bahwa lulusan yang terampil, akan melahirkan kesejahteraan bagi bangsanya. "Kampus trilogi ini sangat dekat dengan masyarakat. Mahasiswanya juga bisa belajar dari masyarakat, sehingga lulusannya bisa mengerti kebutuhan masyarakat," demikian disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal pada talkshow mengenai universitas trilogi yang ditayangkan secara langsung oleh TVRI, Jumat malam (11/03/2011).

Universitas trilogi adalah universitas yang menggabungkan antara kewirausahaan dengan kemandirian. Gabungan atau kolaborasi tersebut adalah kolaborasi pendidikan dengan industri dan masyarakat.

Fasli menyebutkan, jumlah mahasiswa yang ada saat ini baru 18,7 persen dari jumlah penduduk usia 17-75 tahun. Angka tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan Malaysia (35 persen), Thailand (45 persen) dan Korea Selatan (91 persen). Jika Indonesia mampu meningkatkan angka partisipasi perguruan tingginya, terutama dengan mengedepankan keterampilan yang memadai, maka perekonomian bangsa juga akan meningkat.

Fasli juga menyampaikan bahwa pemerintah memiliki target untuk mendongkrak angka 18,7 persen tersebut menjadi 25 persen pada 2014 mendatang. "Perguruan tinggi pemerintah jumlahnya 83, terdiri dari 27 politeknik, dan sisanya universitas. Dari 83 perguruan tinggi tersebut hanya menampung 150 ribu mahasiswa. Maka dari itu, 250-300 ribu lagi diharapkan dari perguruan tinggi swasta," katanya.

Selain fokus pada peningkatan angka partisipasi di perguruan tinggi, Fasli meminta agar pihak kampus terus meningkatkan kualitas lulusannya agar tidak menambah jumlah pengangguran terdidik yang ada saat ini. Karena menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh menjadi menara gading, dia harus mampu memberikan kontribusi pada masyarakat. "Jangan sekedar menambah saja, tapi harus diperhatikan mutu dan relevansi dan semangat kewirausahaannya," katanya.

Mahasiswa perwakilan dari Sekolah Tinggi Keuangan dan Perbankan Indonesia (STEKPI) juga turut hadir dalam talkshow tersebut, dan merupakan salah satu perguruan tinggi yang akan menjadi universitas trilogi ke depan.

Alumni STM Canda Bhirawa Pare: Mendiknas Lantik Kepala Pustekkom

Alumni STM Canda Bhirawa Pare ada tmen q 1 klas ga ya. ... Alumni STM Canda Bhirawa Pare reuni akbar sanyuri Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh melantik Dr. Ir. Ari Santoso, DEA sebagai Kepala Pusat Teknologi dan Komunikasi Pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional. Ari Santoso dilantik pada Selasa (15/03/2011) di Gedung Kemdiknas, menggantikan Dr. Ir. Lilik Gani H.A, M.Sc.

Dalam sambutannya Mendiknas menyampaikan tiga hal yang harus dipegang oleh pimpinan dalam melaksanakan tugas, agar misi 5K yang dicanangkan Kemdiknas bisa terealisasi. Tiga hal tersebut adalah membiasakan diri untuk berbagi sumber daya yang dimiliki, mengintegrasikan proses, dan keterbukaan untuk menerima teknologi.

Adapun misi 5K yang dimaksud adalah ketersediaan layanan pendidikan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan, dan kepastian.

Mendiknas berharap, kehadiran Pusat Teknologi dan Komunikasi kedepan bisa menjadi tulang punggung bagi realisasi misi 5K tersebut. "Diharapkan kehadiran pustekkom kedepan diperbesar peran dan manfaatnya," katanya.

Usai pelantikan Ari Santoso mengatakan, akan melanjutkan perjuangan pimpinan yang sebelumnya. Ari menyadari tugasnya kedepan lebih berat karena tempat yang akan dipimpinnya merupakan tumpuan untuk efisiensi dan efektifitas. "Tugas kedepan lebih berat, karena tumpuan utama untuk efisiensi dan efektifitas ada di teknologi," katanya.

Begitu juga dengan Lilik Gani, usai pelantikan mengatakan akan terus mendukung Pusat Teknologi dan Komunikasi Pendidikan agar sesuai dengan harapan.

Selain Kepala Pusat Teknologi dan Komunikasi Pendidikan, Mendiknas juga melantik dua pejabat eselon II lainnya. Yaitu, Dra. Hj. Teriska R. Setiawan, M.Ed sebagai Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bahasa, dan Drs. E. Nurzaman AM., M.Si., M.M. sebagai Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak-Kanak dan Pendidikan Luar Biasa, serta sepuluh pejabat eselon IV di lingkungan Kemdiknas. (aline)

Minggu, 06 Maret 2011

Kemdiknas-ICMI Sepakat Tingkatkan Mutu SDM

Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding-MoU) dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia ICMI, di Aula Smesco UKM Jakarta, Rabu (2/03/2011). Nota tersebut berisi kesepakatan bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).


Penandatanganan MoU tersebut merupakan rangkaian acara ta'aruf dan pengukuhan pengurus ICMI Pusat 2010-2015. Menteri Nuh hadir bersama Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso.

Ketua Presidium ICMI Ilham A Habibie mengatakan, organisasinya berkomitmen memberdayakan masyarakat akar rumput. "Karenanya, ICMI konsisten dengan visi dan misi sebagai organisasi kemasyarakatan nonpolitis," ujarnya.


Ilham menambahkan, program pemberdayaan akar rumput tersebut terutama di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, serta ketercapaian Millenium Development Goals (MDG). "Program-program ini memerlukan penerapan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) tepat guna yang diimbangi oleh etika dan moral berdasarkan imtak (iman dan takwa) yang kuat. Karenanya, dalam lima tahun mendatang, program-program ICMI tetap berlandaskan dasar pokok ICMI, yakni imtak dan iptek," katanya. (aline)

Kuota Naik, Seleksi Guru Diperketat

Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal meminta agar Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) menyeleksi calon guru dengan ketat . Hal ini disampaikannya berkenaan dengan adanya kekhawatiran akan lonjakan minat masyarakat terhadap profesi guru.

"Menyadari bahwa portofolio itu bisa dimanipulasi. Apalagi ada penambahan kuota yang besar dari 200 ribu ke 300 ribu orang pada tahun ini untuk guru negeri dan swasta. Silakan semua rekan-rekan memastikan keluaran dari PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) itu adalah guru yang profesional," katanya ketika bertemu dengan peserta rapat kerja nasional Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Swasta Indonesia, di Hotel Atlet Century Park, Kamis (3/03/2011).

Jika sebelumnya masalah pada guru seakan-akan disebabkan karena ketidakjelasan, kesejahteraan, perlindungan, dan sebagainya, saat ini ketika masalah tersebut mulai terjawab, ternyata biaya untuk melaksanakan itu sangat besar. Fasli mengatakan, pada 2006 belum ada anggaran untuk tunjangan profesi.

Namun, tahun ini sudah ada anggaran R24 triliun rupiah. Kalau dilihat dari struktur anggaran Kementerian Pendidikan Nasional sebesar Rp249 triliun untuk 2011, sebesar Rp156 triliun diserahkan ke daerah. Dari jumlah tersebut, Rp94 triliun digunakan untuk gaji dasar guru dan tunjangan fungsional bagi guru nonpegawai negeri sipil. "Kalau sertifikasinya jalan terus, pada 2015 kami akan mengeluarkan dana Rp64 triliun untuk tunjangan profesi saja," katanya.

Atas dasar perhitungan tersebut, Fasli mengajak para peserta untuk membuat agenda dan merevitalisasi proses pembelajaran di LPTK baik negeri maupun swasta. Agar semua proses yang ada bisa membuat calon guru siap menjadi fasilitator yang berkualitas dalam dunia pembelajaran. "Kami ingin agar ada prosedur yang jelas cara mencari calon mahasiswa. Kami fasilitasi sedemikian rupa, agar 40-45 tahun mendatang, anak-anak kita tidak teraniaya," katanya.

Ke depan, diharapkan agar intake dari orang-orang yang mau menjadi guru makin jelas, yakni orang-orang yang memang dari awal sudah punya hati mau jadi guru. Dan harus dipastikan bahwa selama menjalani pendidikan di LPTK mereka dididik menjadi guru yang profesional. "Kombinasi antara faktor kognitif, afektif, psikomotor, harus menjadi jaminan sebelum mereka sebagai calon guru," katanya. (aline)

Selasa, 08 Februari 2011

SMK Teknologi Informasi

Kemajuan tehnologi saat ini tidak bisa dipungkiri lagi, apalagi dipisahkan dari masyarakat khususnya para remaja. Berbagai akses informasi dari belahan dunia bisa langsung kita ketahui hanya dalam hitungan detik, seolah dunia ini semakin sempit.

Kemajuan ini tentunya membuat perubahan yang amat besar bagi umat manusia dengan segala perbedaan dan budayanya. Perubahan ini juga tentunya membawa dampak besar terhadap transformasi nilai-nilai yang ada di masyarakat. Dampak yang kita saksikan begitu jelas dan besar pengaruh kemajuan tehnologi terhadap nilai – nilai kebudayaan, hal ini memicu adanya proses modernisasi. Tehnologi seperti televisi, telepon dan telepon genggam ( HP ), bahkan internetpun bukan menjadi sesuatu yang aneh mulai dari kota hingga pelosok-pelosok desa. Akibatnya baik nilai positif maupun negatif dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat. Tanpa kita sadari perlahan-lahan mulai merubah pola hidup dan pola berpikir masyarakat khususnya masyarakat pedesaan dengan segala image yang menjadi ciri khas tersendiri bagi mereka.

Di kalangan remaja yang merupakan komponen terpenting masyarakat yang paling rentang terkena dampak dari modernisasi ini, kenapa? Karena mereka lebih dekat dan lebih banyak berniteraksi dengan tehnologi seperti televisi, HP, ataupun internet. Dan juga secara pengaruh merekalah yang paling rentan terkena pengaruh / dampak negatif dari tehnologi tersebut. Dulu kita lihat para siswa bersekolah hanya dengan membaea buku – buku pelajaran ataupun alat tulis, tapi kini kita dapat saksikan para siswa berangkat sekolah dengan HP yang sudah menjadi barang wajib bagi mereka. Entah sebenarnya mereka benar – benar membutuhkannya sebagai alat komunikasi atau tidak, yang jelas sekarang bagi para remaja, HP merupakan sarana gaul yang mutlak mereka miliki. Dan inipun kembali menjadi ajang kompetisi tersendiri bagi mereka, semakin bagus dan canggih HP yang mereka punya, semakin gaul dan percaya dirilah mereka. Dari mana meraka mendapatkan HP tesebut? Tentunya dari orang tua, apalagi begi mereka yang tergolong berkecukupan. Orang tua seperti itu akan merasa bangga jika sudah bisa memenuhi permintaan – permintaan anaknya tanpa memperhatikan lebih jauh dari dampak yang akan ditimbulkan. Dan anehnya jika dampak negatif si anak sudah dirasa oleh orang tua, mereka pasti akan menyalahkan mereka.

Memberikan alat komunikasi seperti HP kepada anak sebenarnya bukan hal yang salah, kerena dengan hal tersebut mungkin orang tua berharap, komunikasi dengan si anak menjadi lebih mudah dan lancar. Akan tetapi hal tersebut menjadi boomerang ketika ternyata HP tersebut disalahgunakan untuk hal-hal negatif seperti menyimpan foto-foto ataupun video porno yang juga digunakan sebagai alat yang memperlancar komunikasi dengan lawan jenis seperti pasaran. Sehingga dampak negatif si anak seperti pergaulan bebas, seks diluar nikah dan menurunnya prestasi belajar bahkan juga bisa terjadi anak mengambil uang ataupun barang milik orang tua tanpa izin hanya untuk membeli pulsa. Jika sudah seperti ini siapa lagi yang akan disalahkan? Oleh karena itu orang tua sebaiknya memperhatikan secara matang-matang tentang dampak bagi si anak sebelum memberikan barang seperti HP atau yang lainnya. Selain itu orang tua juga baiknya ikut mengawasi dan mengarahkan agar anak tidak lepas kontrol dalam menggunakan HP, apalagi sekarang sudah banyak HP dengan segudang fitur yang membuat para remaja semakin tertakik untuk memilikinya. Seperti kemera, video recorder, hingga internet di suguhkan di benda ini.

Selain HP, kemajuan kemajuan tehnologi juga ditandai dengan masuknya akses internet yang saat ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari gaya hidup remaja. Dengan internet meraka dapat dengan mudah mengakses data-data informasi dari seluruh dunia. Tentu tidak semua informasi yang disajikan adalah informasi yang layak diakses oleh para remaja. Terkadang dengan internet meraka dapat dengan bebas menyaksikan hal yang berbau pornografi dan pornoaksi yang memang dapat diakses dengan mudah di dunia maya ( internet ). Tentu hal ini hal ini menimbulkan efek yang kurang baik bagi perkembangan kepribadian remaja. Dari yang semula mereka merasa tabu tentang seks, sampai akhirnya mereka melihat seksualitas yang di obral di internet tanpa pengarahan dan bimbingan yang tepat dan mereka merasa penasaran bahkan mencobanya. Karena itu, tak heran jika saat ini pergaulan remaja khususnya di Indonesia menjadi sangat menghawatirkan dan meresahkan masyarakat terutama orang tua.

Televisi juga merupakan produk modernisasi yang memberikan dampak besar terhadap kehidupan dan perubahan nilai-nilai masyarakat. Khususnya para remaja, banyak dari mereka yang meniru gaya hidup dari publik figur yang mereka saksikan lewat televisi. Mulai dari model baju terbaru, potongan rambut, bahkan tak jarang dari mereka yang meniru tingkah laku para selebritis yang meraka lihat di televisi, tanpa perduli apakah gaya dari publik figur yang meraka tiru sesuai dengan kondisi dan situasi dimana meraka tinggal atau tidak. Memang pasa masa transisi ini para remaja mencari sesuatu yang dipandang bernilai, pantas dijunjung tinggi dan dipuja, serta menjadikan role modelnya itu sebagai identitasnya. Tak heran jika kita dapati banyak remaja yang meniru gaya selebritis idola meraka, dari mulai gaya rambut, gaya berbusana bahkan gaya pacaran para artis yang mereka saksikan lewat televisi.

Kita sebagai remaja seharusnya lebih mengerti kondisi dan kewajiban kita sebagai anak sekaligus harapan keluarga dan Bangsa ini. Masa remaja merupakan masa yang paling rentan dalam perkembangan kejiwaan. Pada usia remaja ini, kita telah meninggalkan usia kanak-kanak dimana kita tidak dapat disebut lagi sebagau anak kecil. Tapi juga belum bisa diterima dalam kelompok orang dewasa. Pada masa ini remaja telah mulai mencari-cari siapa dirinya sebenarnya ( looking for identity / identity information ), berusaha untuk menemukan kelompok atau teman-teman yang mau mengakui kemampuan dan menghargai dirinya dan telah mulai memiliki minat terhadap lawan jenis ( minat seksual ). Masa remaja adalah masa pencari jati diri, dan bisa saja dalam proses pencarian jati diri itu remaja tersebut melaluli jalan yang benar atau jalan yang salah. Apabila remaja gagal dalam mengembangkan rasa identitasnya, maka remaja akan kehilangan arah dan berdampak buruk terhadap perkembangan kepribadiannya dimasa yang akan datang. Itulah kenapa masa remaja adalah masa yang paling rawan terhadap pengaruh yang datang daru luar. Baik itu positif ataupun negatif, disinilah peran sebagai orang tua sangat dibutuhkan untuk membimbing dan mengarahkan anak remaja agar tidak kehilangan kontrol dirinya ( self control ).

Semestinya juga sebagai orang tua, selalu memantau perkembangan anak,dengan tanpa mengekang kreatifitas ataupun dunia anak. Karena anak juga memiliki dunia sendiri, dimana tinggal dengan sejuta imajinasi dan juga teman- teman yang mereka miliki. Tugas orang tualah mendidik dan mengarahkan agar nanti dunia anak tidak hanya menjadi dunia yang dipenuhi dengan kegelapan, tapi juga dunia yang diwarnai dengan keceriaan dan kebahagiaan serta dunia dimana mereka mencari citra dirinya ( image of self ) serta positif dan memiliki rasa percaya diri ( self esteem ).

Sekarang ini, akibat produk modernisasi tadi dapat kita lihat bahea tak ada bedanya gaya hidup remaja kota dengan gaya hidup remaja desa. Budaya Barat yang dulu diadaptasi dan ditiru remaja kota, kini telah melanda remaja desa berkat kemajuan tehnologi. Budaya tolong menolong, budaya santun dan lugu yang juga menjadi cirri khas remaja desa perlahan mulai pudar meskipun tidak hilang sama sekali dan berganti dengan budaya urakan yang dengan bangga mereka sebut dengan istilah “ GAUL”

WEBSITE SMK CANDA BHIRAWA PARE

Sabtu kemarin (4/12), saya mengunjungi Indonesian Manufacturing 2010 di PRJ Kemayoran. Pameran ini berlangsung tanggal 1-4 Desember, terdiri dari beberapa rangkaian pameran yaitu Machine Tools, Plastic & Rubber dan Pro Pak. Rasanya seperti “pulang kampung” lagi ke Pabrik, meskipun beberapa jenis mesin yang dipamerkan berbeda dengan mesin-mesin yang dulunya sering kutemui di LG Philips, tempatku bekerja. Sebagian besar mesin yang dipamerkan adalah mesin-mesin CNC, PLC, alat-alat ukur, tools, genset, dan kompressor.

Selamat Datang

Selamat Datang

Pameran dikunjungi banyak praktisi di bidang manufaktur, di hari terakhir ini beberapa mesin telah di labeli SOLD dan siap diantar ke pemesan, saya yang datang tidak mewakili siapa-siapa pastinya tak memesan apa-apa, niat saya sebenarnya mencari mesin-mesin pengolah hasil pertanian yang bisa diaplikasikan di kampung, ternyata pameran ini hanya memamerkan mesin yang berhubungan dengan metal, tapi tak apalah berkeliling melihat stand pameran dengan berbagai macam produk tetaplah menarik bagi seorang laki-laki, seperti begitu tertariknya seorang laki-laki ketika berjalan-jalan di Toko Perkakas semacam AC* Har*****, istri sayapun yang kebetulan berlatar belakang Teknik senang melihat produk-produk yang dipamerkan.

Beberapa perwakilan negara-negara produsen seperti Korea, Taiwan, Jerman, Thailand, dan Singapura membuka stand, dan yang paling luas areanya adalah dari Singapura.Mereka menyasar pasar Indonesia yang terus berkembang.

Stand Perusahaan Korea

Stand Perusahaan Korea

Tapi ada satu stand peserta yang menarik perhatian saya, tempatnya agak terpisah dari kerumunan produk-produk premium perusahaan besar, terpajang hasil karya anak bangsa, karya anak SMK. Tiga mobil tampak terparkir, yaitu sebuah mobil double cabin, satu SUV dan satu mobil pick up.

Begitu memasuki stand-nya, saya langsung disapa oleh penjaga stand, Eky Hartono namanya, ternyata dia masih kelas 3 SMK Warga Surakarta. Untuk ukuran remaja seumurannya, Eky sangat fasih dalam menjelaskan produk, product knowledge dan mungkin ilmu marketingnya lumayan bagus. Beberapa pertanyaan dilayaninya persis seperti seorang CS bank menjelaskan produknya. Saya menggunakan analogi CS Bank, karena hanya itulah yang saya tahu, pengalaman membeli mobil belum pernah.

Menurut Eky, mobil yang dipajang disana adalah asli bikinan anak-anak SMK yang bekerja sama dengan 2 perusahaan partner. Ada lima SMK tempat perakitan mobil, SMK tersebut berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur, salah satunya termasuk SMK Warga Surakarta tempat Eky bersekolah. Beberapa orang nampak mencoba mobil Double cabin dengan merk Digdaya, harganya termasuk murah hanya Rp. 125 Juta, dengan mesin 1500 cc yang dibuat sendiri oleh anak-anak SMK ini juga. Sementara itu untuk SUV harganya sedikit lebih mahal yaitu Rp. 140 juta dengan kapasitas mesin yang sama. Untuk pick upnya dijual seharga 60 juta. “Semua harga On The Road”, kata eky berpromisi. “90% bahannya adalah lokal dan sisanya yang diimpor adalah Electrical Component Unit”, jelas Eky.

Engine Merk Esemka

Engine Merk Esemka

Eky dan Mobil Karya Anak SMK

Eky dan Mobil Karya Anak SMK

Kalau diperhatikan bahan yang digunakan kayaknya lebih kuat dibanding mobil pada umumya, hanya saja dalam assembly-nya masih terdapat beberapa kekurangan dan nampak kurang teliti seperti bagian sambungan yang agak kurang rapi, tapi secara umum karya anak muda yang masih berumur belasan ini patut diapresiasi. Kabarnya beberapa Pemda telah melakukan pemesanan.

Anak-anak muda ini sebenarnya bisa berkarya, hanya saja dari sisi pemasaran mereka membutuhkan campur tangan dan bantuan tenaga profesional, termasuk dalam pengurusan perizinan. Seorang sumber mengatakan bahwa untuk saat ini, hanya dua Kepolisisan Daerah yang bersedia mengeluarkan STNK yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ilmunya sudah kita miliki, bahkan anak-anak muda inipun bisa membuat. Semoga langkah-langkah kreatif anak-anak muda ini bisa terus berlanjut sehingga suatu saat nanti kita bisa memiliki produk yang benar-benar asli indonesia, dari sisi merk, design dan produksi.

Kamis, 13 Januari 2011

Home SMK CANDA BHIRAWA PARE



siswi SMK Canda Bhirawa Pare. ... Setiap awal tahun ajaran baru di SMK Canda Bhirawa Pare akan disibukkan dengan

Kamis, 23 Desember 2010

survei DETIK.COM Mega hadiah iPad

survei DETIK.COM berhadiah 1 buah iPad, 2 buah HP Samsung Galaxy 5 http://de.tk/KwPAE

Selasa, 14 Desember 2010

UN Ulangan Tahun Depan Ditiadakan


Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) menggelar rapat kerja (Raker) dengan Komisi X DPR RI, dengan agenda "Formulasi dan Pelaksanaan UN 2011". "Semangat perbaikan UN 2010/2011 adalah untuk lebih menghargai proses belajar mengajar yang dilalui siswa," kata Menteri Pendidikan Nasional Mohamad Nuh dalam rapat.



Mendiknas menjelaskan, formula baru yang akan dilaksanakan adalah menggabungkan nilai UN dengan nilai sekolah (NS). Nilai sekolah adalah gabungan nilai ujian sekolah ditambah nilai rapor semester 1 - 4. Selain itu, nilai gabungan antara nilai sekolah dengan UN ditetapkan minimal 5,5. Nilai sekolah dan UN mempunyai bobot masing-masing yang akan ditentukan oleh pemerintah. Bobotnya akan ditentukan, namun bobot nilai sekolah akan lebih kecil dari bobot UN.



Dengan adanya formula baru ini, Mendiknas mengatakan bahwa UN ulangan akan ditiadakan tahun depan, karena syarat atau formula yang ada saat ini lebih longgar yakni maksimum dua mata pelajaran dengan nilai 4, dan minimum 4 mata pelajaran dengan nilai minimum 4,25. Selanjutnya, nilai kelulusan siswa adalah kombinasi dari nilai gabungan dengan nilai ujian sekolah seluruh mata pelajaran.



Mendiknas menyampaikan juga manfaat hasil ujian nasional : salah satu penentu kelulusan peserta didik; pemetaan mutu program satuan pendidikan secara nasional; pintu masuk untuk pembinaan dan perbaikan mutu pendidikan, baik di tingkat satuan pendidikan maupun nasional; mendorong motivasi belajar siswa; dan mendorong penigkatan mutu proses belajar mengajar.



Adapun tujuan intervensi kebijakan perbaikan mutu pendidikan berdasar pemetaan hasil UN adalah meningkatkan nilai rata-rata, mempersempit standar deviasi, dan memperbaiki nilai terendah. Prinsip continuity (berkesinambungan), "Continuity" untuk masuk kejenjang pendidikan yang lebih tinggi, "Continuity" bagi siswa dari sosial ekonomi kurang mampu masuk ke Perguruan Tinggi (PT), "Continuity" bagi siswa dari satu daerah masuk ke PT di wilayah lain (mengurangi disparitas antar wilayah dalam penerimaan mahasiswa baru melalui seleksi nasional),"ujar Mendiknas menjelaskan.



Berikut hasil keputusan rapat kerja. Pertama, Komisi X DPR RI dan pemerintah menyepakati bahwa pelaksanaan UN 2011 tetap dapat dilaksanakan dengan catatan, standar kelulusan ditentukan dengan formula baru yang mengakomodasi nilai rapor dan ujian sekolah, meningkatkan rasa adil bagi peserta didik, dan lebih meningkatkan mutu kelulusan pendidikan, kedua dalam kaitan dengan formula baru menentukan kelulusan peserta didik. Kedua, Komisi X DPR RI mengusulkan kepada pemerintah untuk dijadikan pertimbangan yang sungguh-sungguh. Ketiga, Komisi X DPR RI memberikan catatan untuk penyempurnaan pelaksanaan Ujian Nasional.



Data Pokok Pendidikan (Dapodik): pelaksanaan Dapodik perlu memperhatikan catatan hasil Panja UN dan Dapodik pada tanggal 15 Juni 2010 antara lain pelaksanaan pendataan tidak hanya 5 (lima) variabel yang diusulkan Balitbang, namun termasuk pendataan standar mutu pendidikan nasional. Pendataan harus dapat diselesaikan pada tahun 2011. Komisi X DPR RI meminta pemerintah untuk segera melakukan konsolidasi terhadap BSNP agar benar-benar menjadi lembaga yang mendiri sesuai Pasal 75 Ayat (2) PP No.19/ 2005 serta penjelasannya. (ali)

Tradisi Positif Pendidikan Pesantren Masuk Sekolah


Pola-pola pendidikan berbasis karakter yang berkembang di masyarakat dinilai berhasil. Kegiatan pesantren kilat selalu diagendakan pada setiap semester di sekolah. Tradisi positif pendidikan pesantren dapat dimasukkan ke sekolah.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh pada Seminar Nasional Pendidikan Karakter Bangsa Melalui Pola Pendidikan Pesantren di gedung A lantai 3 Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), pada Jumat (10/12).



Seminar yang diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan, Kemdiknas dimaksudkan untuk mendiskusikan pembentukan karakter bangsa melalui pola pendidikan pesantren pada tingkat SD, SMP, SMA/SMK, dan perguruan tinggi.



Seusai membuka seminar, Mendiknas menyampaikan, tahun depan pendidikan karakter dijadikan gerbong untuk menanamkan karakter. Mendiknas mencontohkan, nilai-nilai yang diberikan dalam pendidikan karakter adalah kepedulian dan kejujuran. "Kita kontekstualisasikan dengan masalah korupsi, pendidikan bencana, lingkungan hidup, dan lalu lintas. " ujarnya.

Perumusan pendidikan karakter melibatkan unsur-unsur pondok pesantren, aktivis kristiani, dan lembaga lainnya. "Yang ingin kita bangun nilai universal," katanya. "Tentu nanti setelah materi ini selesai semuanya, nanti ada pelatihan ToT (Trainning of Trainer) untuk para guru," ucapnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Kemdiknas Mansyur Ramly menyampaikan, kegiatan pesantren kilat di sekolah umum mulai jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas berkontribusi terhadap pembentukan karakter, akhlak, budi pekerti, dan perilaku. Masing-masing sekolah, kata dia, dapat berbeda-beda dalam mengembangkan pendidikan karakter bangsa. "Lebih diutamakan pembentukan budaya sekolah yang dilakukan melalui pembiasaan-pembiasaan baik di sekolah. Targetnya, pada 2014 semua sekolah sudah mulai menerapkan pendidikan karakter bangsa," katanya.



Seminar nasional ini diikuti oleh kurang lebih 200 orang peserta terdiri atas unsur Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), pemimpin pondok pesantren, LSM, PGRI, pemimpin perguruan tinggi/politeknik, dosen, Dewan Pendidikan, dan unsur lainnya yang terkait. (agung/nasrul).

Mendiknas Resmikan Taman Bacaan Masyarakat di Surabaya


Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh meresmikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di kompleks Rumah Sakit Islam, Jalan Ahmad Yani, Surabaya pada Minggu (12/11). Menurut Menteri, pemerintah dan masyarakat perlu menyiapkan taman bacaan lantaran ada tiga faktor terkait perintah membaca dari Tuhan (iqra).



Pertama, menumbuhkan minat baca. Kedua, menyiapkan fasilitas setelah minat baca ditumbuhkan. Ketiga, menentukan efektivitas dari kemampuan anak untuk membaca, yaitu metodologi membaca. Faktor ketiga ini perlu kerja keras.



Menurut laporan program International Student for Assesment yang dikeluarkan setiap tahun, skor rata-rata kemampuan membaca remaja di Indonesia masih di bawah skor rata-rata negara OECD. Untuk peringkat tertinggi Indonesia berada pada urutan ke-44, dan peringkat terendah berada pada urutan ke-51 dari 57 negara. "Sehingga kita perlu kerja keras dalam mengatasi masalah ini," tuturnya.



Direktur Pendidikan Masyarakat, Ditjen PNFI menambahkan, bahwa akses masyarakat terhadap bahan bacaan perlu diperluas. "Kontak dengan buku harus dipermudah karena memupuk minat dan kebiasaan membaca," ujarnya. Dia mengakui, membangun budaya baca memerlukan komitmen dan keseriusan.



Taman Bacaan Masyarakat di RSI A. Yani yang dikelola di ruang publik merupakan rintisan dan bentuk sinergi program antara manajemen pusat-pusat perbelanjaan, dengan pemerintah dalam hal ini Direktorat Pendidikan Masyarakat.



Seusai meresmikan taman bacaan, Menteri Nuh menyempatkan membaca buku-buku yang ada, dan mencoba jaringan internet , serta berdialog dengan anak-anak yang tengah membaca. Acara ini dihadiri Dewi Hugges (Duta Baca), Ketua dan Pengurus Wilayah NU Jawa Timur, Muspida setempat, tokoh masyarakat, serta santri-santri. (arif budiman)

Indonesia Raih Tiga Emas pada Olimpiade Sains Yunior

Para pelajar sekolah menengah pertama (SMP) Indonesia membawa nama harum bangsa pada ajang Olimpiade Sains Yunior Internasional ke-7, atau 7th International Junior Science Olimpiad (IJSO) pada 1-11 Desember 2010 di Abuja, Nigeria. Mereka mempersembahkan tiga medali emas, lima medali perak, dan empat medali perunggu. Dari 12 peserta yang dikirim semuanya mendapatkan medali.


Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengapresiasi prestasi yang diraih para pelajar Indonesia pada kancah internasional ini. "Kementerian memberikan ucapan selamat. Usaha-usaha seperti ini harus segera kita kembangkan. Selamat telah mengharumkan nama Indonesia," katanya saat menerima tim IJSO di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Jakarta, Senin (13/12/2010).

Medali emas diraih Muhamad Iqbal Ibrahim, siswa SMP Pribadi Depok, Jawa Barat; Richard Akira Heru, siswa SMP DL Dominico Savio, Jawa Tengah, dan Fransisca Susan, siswa SMP St.Ursula, DKI Jakarta. Adapun peraih medali perak adalah I Made Gita Narendra Kumara, siswa SMPN 1 Negara, Bali; Mikael Harseno Subianto, siswa SMP Susteran Purwokerto, Jawa Tengah, dan Putu Ivan Budi Gunawan, siswa SMPN 1 Tabanan, Bali; Yoga Rafinika, siswa SMP Sragen Bilingual Boarding School, Jawa Tengah, dan Faisal Puji Nugroho, siswa SMPN 68 Jakarta, DKI Jakarta.

Selanjutnya, para peraih medali perunggu adalah Mardika Firlina, siswa SMP Pribadi School Bandung, Jawa Barat; Titis Setiyobudi, siswa SMPN 1 Kauman Tulungagung, Jawa Timur; Anang Rizki Muharom, siswa SMPN 2 Semarang, Jawa Tengah; dan Nurul Falahiyyah Bahri, siswa SMPN 1 Sumenep, Jawa Timur. Indonesia juga berhasil meraih terbaik ketiga best experimental atas nama Yoga Rafinika dan Mardika Firlina.

Mendiknas menyampaikan, para peraih medali akan mendapatkan penghargaan dan beasiswa S1. Prestasi kali ini, kata Mendikas, tidak didominasi dari kota tertentu. Artinya, olimpiade ini sudah dikenal di berbagai sekolah. "Perhatian dari sekolah-sekolah untuk berpartisipasi sudah bagus dan kualitas dari sekolah-sekolah sudah relatif merata," ujarnya.

Kesuksesan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada sekolah-sekolah lain untuk berprestasi. Menurut Mendiknas, capaian dari prestasi lomba tingkat internasional adalah salah satu bagian dari kualitas pendidikan. "Harus kita dorong lagi. Targetnya kita ingin 'merajai' berbagai olimpiade yang diselenggarakan di berbagai dunia, di manapun, dan bidang apapun," katanya.

IJSO adalah ajang kompetisi tahunan bidang ilmu pengetahuan alam mencakup mata pelajaran fisika, biologi, kimia, dan matematika usia 15 tahun tingkat SMP. Kompetisi yang pertama kali digagas oleh Indonesia pada 2004 ini bertujuan untuk mendorong anak-anak muda mencintai ilmu pengetahuan alam, dan mengembangkan komunikasi internasional dalam bidang sains.

IJSO ke-7 diikuti 34 negara. Taiwan berhasil menjadi the country winner dan the best theoritical winner, sedangkan best experimental diraih India. Indonesia meraih terbaik ketiga. (agung)

Selasa, 30 November 2010

SMK Canda Bhirawa Pare Jl. PB. Sudirman No. 68 Pare, Kediri Jawa Timur






SMK Canda Bhirawa Pare


Nama : SMK Canda Bhirawa Pare

Alamat : Jl. PB. Sudirman No. 68 Pare, Kediri Jawa Timur

No. Telp / fax : (0354) 391187

E-mail : smkcbpare@yahoo.com

Status : Terakreditasi A

Visi :

Tewujudnya lembaga pendidikan yang mampu menghasilkan tamatan dengan kompetensi yang dimiliki dapat menunjang pengembangan pembangunan daerah dalam menghadapi persaingan bebas dengan landasan iman dan taqwa.

Misi :

1. Mewujudkan manajemen berbasis sekolah

2. Menyelenggarakan lembaga pendidikan danlatihan kejuruan teknologi da industri untuk menghasilkan tamatan:

* Yang memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar kerja.
* Yang mampu mengembanggkan potensinya secara mandiri dan mampu membuka lapangan kerja baru

Kejuruan :

1. Teknik Komputer & Jaringan (TKJ).

2. Teknik Otomotif (TO).

3. Teknik Mesin (TM).

4. Teknik Listrik (TL).

5. Teknik Gambar Bangunan (TGB).



Foto Kelas XI TKJ 2 Waktu Lomba Mading Pada KTS

SUSANTO


Foto Waktu Pengumuman Kegiatan Tengah Semester

Foto Waktu Pengumuman Kegiatan Tengah Semester

Foto Waktu Pengumuman Kegiatan Tengah Semester

Foto Waktu Pengumuman Kegiatan Tengah Semester



Dibuat oleh:

Nama : Susanto

Tempat Tanggal Lahir : Kediri, 04 maret 1993

Alamat : Dsn. Sukabumi Ds.Siman Kepung, Kediri Jawa Timur.

Status : Pelajar

Sekolah : SMK Canda Bhirawa Pare

Kejuruan : Teknik Komputer & Jaringan (TKJ)

Kelas : XII Tkj 2

E-mail : karya4naktkj@gmail.com

Blogger : http://smkcbpare.blogspot.com/

Minggu, 21 November 2010

Kelulusan Tahap I Seleksi Umum Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Di Lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2010

Menindaklanjuti pengumuman kami nomor 71248/A4/KP/2010 tanggal 30 September 2010 perihal Pengumuman Seleksi Penerimaan CPNS Kemdiknas Tahun 2010, bersama ini kami sampaikan hasil kelulusan seleksi CPNS dengan klasifikasi sebagai berikut:



Untuk peserta seleksi di lingkungan Universitas/Institut/Politeknik Negeri; Kopertis; Ditjen Dikti; Setjen; Itjen; Balitbang; Pusat Bahasa berikut Kantor Bahasa; Ditjen PNFI berikut unit pelaksana teknis P2PNFI dan PNFI, pengumuman terlampir merupakan hasil seleksi Tahap I yang akan ditindaklanjuti dengan seleksi tahap kedua berupa Tes Substansi yang akan dilaksanakan di masing-masing unit kerja. Keterangan lebih lanjut berkaitan dengan waktu, tempat, dan jadual dapat dilihat di masing-masing unit kerja di mana pelamar melamar.
Khusus untuk di lingkungan Ditjen PMPTK berikut unit pelaksana teknis P4TK, LPMP, dan LP2KS karena telah melaksanakan tes substansi pada tanggal 27 Oktober 2010 bersamaan dengan tes umum (TPU dan TBS), pengumuman kelulusan akan disampaikan pada tanggal 27 Nopember 2010 di unit kerja masing-masing dan di alamat web kami http://kemdiknas.go.id dan atau http://cpns.kemdiknas.go.id

Demikian, untuk dipedomani.

Hasil seleksi:



Universitas/Institut/Politeknik Negeri
Kopertis
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Sekretariat Jenderal
Inspektorat Jenderal
Badan Penelitian dan Pengembangan
Pusat Bahasa berikut Kantor Bahasa
Direktorat Jenderal PNFI berikut unit pelaksana teknis P2PNFI

Lampiran:

Pengumuman Kelulusan Tahap 1
Waktu pelaksanaan tes substansi
Daftar tempat tes substansi

Design by infinityskins.blogspot.com 2007-2008