Senin, 18 Oktober 2010

SMK Bisa, Menciptakan Tenaga Kerja Siap Pakai

Pendidikan, Lapangan kerja, pengangguran, adalah problem besar di Indonesia, masih rendahnya mutu pendidikan ditambah susahnya mencari pekerjaan, kemiskinan, sedikitnya lowongan kerja yang tersedia, menjadi persoalan yang harus menjadi tugas pemerintah untuk mengambil langkah cepat untuk menyiapkan tenaga kerja siap pakai seperti SMK Bisa, SMK Mandiri, SMK yang lulusannya berkualitas dan siap kerja. Sekolah Menengah Kejuruan harus disiapkan untuk mengisi lowongan kerja tingkat menengah yang sudah tersedia, selain itu pemerintah harus juga mendorong terciptanya peluang kerja baru yang bisa menampung siswa lulusan SMK baik lewat program pegawai negeri, mendorong perusahaan baru, mendukung UKM, UMKM, melatih dan mendorong wirausaha baru, entrepreneur baru, pabrik ramah lingkungan baru, Perusahaan Baru, kesempatan kerja baru.

SMK Bisa, Menciptakan Tenaga Kerja Siap Pakai

Tidak mudah memang menyiapkan tenaga kerja siap pakai, siap kerja, namun upaya departemen pendidikan dalam hal ini Direktoran Pembinaan Pendidikan Kejuruan Direktorean Jenderal Menajemen Pendidikan dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional (dit-PSMK) bisa melakukan pembinaan untuk program SMK bisa menurut pengamatan saya adalah langkah tepat terutama terkait dengan banyaknya pengangguran elite, pengangguran dari Lulusan Perguruan Tinggi, pengangguran yang disebakan oleh banyaknya tenaga kerja lulusan perguruan tinggi yang ternyata tidak siap pakai.

Program program SMK bisa harus benar benar bisa link dan match dengan kebutuhan pasar kerja, lebih lebih kalau juga bisa disiapkan untuk mendukung pasar kerja luar negeri yang terampil, bukan hanya sebagai pembantu rumah tangga PRT seperti TKI selama ini.

Persoalan Gengsi, Harus Dirubah dengan Bangga SMK Bisa

Saya senang ada orang sekelas Tantowi Yahya sebagai Icon Iklan SMK Bisa, saya yakin iklan ini akan berhasil mendorong lulusan SMP tertarik melanjutkan ke SMK. Terutama yang berasal dari daerah dimana orang tuanya tidak mampu untuk nantinya (setelah SMA) melanjutkan ke perguruan tinggi yang saat ini biayanya sangat tinggi itu.

Dulu lulusan SMK masuk dalam golongan kelas 2, kalau tidak SMA tidak keren, nah dengan iklan di TV tentang SMK bisa diharapkan ada kebanggaan pada siswa SMK. Dengan modal kebanggaan biasanya diikuti dengan semangat keras selama pendidikan. Semangat kerja keras untuk mengikuti setiap belajaran yang diikuti tentu akan meningkatkan kualitas lulusan SMK.

Kompetensi Siswa SMK Bisa Bersaing Global

Ppemerintah akan terus meningkatkan pembinaan kompetensi siswa SMK berprestasi di tingkat nasional sehingga mampu mengharumkan nama bangsa dan bersaing di tingkat dunia.

Joko Sutrisno, Direktur Pembinaan SMK Depdiknas, di Jakarta, Rabu (2/7), mengatakan, dalam ASEAN Skill Competition yang sudah enam kali diikuti siswa SMK Indonesia, prestasi Indonesia terus meningkat. Bahkan, Indonesia mampu meraih pemenang juara satu.

Tim Saya Semua Lulusan SMK

Saya bukan pengusaha yang sukses, karena belum bisa menampung puluhan bahkan ratusan tenaga kerja SMK, namun dengan keterbatasan yang saya miliki saya mencoba menampung tenaga SMK. Hasilnya luar biasa, ternyata kemampuan lulusan SMK luar biasa. Tentunya dengan bimbingan dan motivasi yang saya tanamkan, bahkan saat ini ada yang bisa melakukan tugas tugas review untuk situs luar negeri. Semua tergantung motivasinya.

Mas Rozim misalnya, dia lulusan SMK 1 Tuban hanya dalam waktu 6 bulan saya bina sudah bisa melakukan tugas tugas berat baik untuk pekerjaan Review, web master, dan content writer dalam bahasa inggris, sehingga ratusan bahkan ribuan dollar bisa mengalir ke Indonesia dari tangannya.

Mas Soim, juga lulusan SMK, yang saat ini membantu saya menjadi customer support, dan teknikal support, plus Manager Pemasaran Indobilling.com. Bukan hanya itu dia juga menjadi pengasuh rubik portal.com musik.

Mas Hendra, Anak lamongan ini juga sangat luar biasa, dia saya didik dan saya orbitkan menjadi calon wiraswasta, pengusaha baru yang nantinya akan kembali ke desanya untuk mebangun desa di Kota Lamongan. Kemampuannya di bidang web design, Delphi Programming, Perawatan Hardware Komputer, Manajemen Warnet, Teknik SEO, Internet marketing sudah cukup untuk menjadi SMK Mandiri.

Mas Irawan, salah satu binaan saya yang sudah mandiri menjadi pengusaha Handphone, Pengusaha HP ini sudah berpengasilan lebih tinggi dari pegawai negeri Golongan 3.

Dan banyak Lulusan SMK, atau SMA yang sudah saya didik menjadi pengusaha yang kembali ke desanya bukan hanya menjadi karyawan tapi sudah menjadi pengusaha dan masuk golongan Wirausaha UKM atau UMKM. Berarti apa yang disampaikan oleh Mas Tantowi Yahya benar, SMK memang bisa menjadi Pengusaha Tangguh.

SMK Plus adalah Solusi Untuk Mengentas Pengangguran

Dalam rangka pelaksanaan pilar pembangunan di bidang pendidikan nasional untuk meningkatkan akses dan pemerataan serta peningkatan mutu pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan, melalui APBN tahun 2009 telah dialokasikan dana bantuan untuk:

1. Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMK;
2. Pembangunan Workshop/ Laboratorium/ Perpustakaan SMK;
3. Pengadaan Peralatan SMK Rintisan SSN;
4. Pengadaan Peralatan SMK Pra-SSN.

Salah satu tahapan dalam pemberian bantuan tersebut berupa kegiatan Penandatanganan Surat Perjanjian dan Bimbingan Teknis Pemberian Bantuan Tahun Anggaran 2009.

Program tersebut tentu akan menjadikan SMK Plus, yaitu tersedianya peralatan / worshop / Laboratorium / perpustakaan plus jaringan Internet Gratis di setiap SMK di Indonesia. Kesungguhan pemerintah harus didukung, keberpihakan pemerintah melalui program program SMK bisa bukan hanya untuk Kampanye Pemenang Pilpres 2009, tapi harus menjadi program permanen yang terencana dan berkelanjutan.

SMK Gratis Setelah SD dah SMP Gratis

Anggaran pendidikan yang cukup tinggi yaitu 20 persen barangkali juga bisa digunakan untuk menjadikan SMK Gratis untuk rakyat yang tidak mampu menyekolahkan anaknya, sehingga tidak ada lagi yang tidak sekolah, Ini bagian dari mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus menyiapkan tenaga kerja siap pakai untuk mengurangi tingkat pengangguran yang semakin tinggi.

Menggerakan Sektor Real, Usaha Kecil dan Menengah

Ekonomi kerakyatan, tidak lepas dari ekonomi sektor real, sektor yang langsung bisa menyentuh kebutuhan masyarakat banyak. Tidak bisa dipungkiri Usaha Kecil dan menengah UKM menjadi tulang punggung dalam stabilitas ekonomi Nasional.

Jerintan Pengusaha Kecil Yang Tidak Punya Jaminan

Rasanya banyak orang seperti saya yang ingin berusaha tetapi tidak punya Jaminan untuk pinjam uang ke bank. Apakah saya yang tidak tahu informasi atau kuper, sehingga tidak tahu bagaimana meminjam uang untuk perluasan usaha. Selama ini jika saya butuh dana untuk berusaha saya pinjam dana dari Kartu Kredit yang bunganya tinggi itu. Tapi karena terpaksa maka hal ini sering dilakukan.

Setelah SMK Bisa berhasil tentu para pengusaha yang bisa menciptakan lapangan kerja juga harus didukung, baik dari segi penyiapan ifrastuktur, perijinan, insentif, managemen dan pendampingan serta penbinaan tentu juga dalam hal akses dana tanpa jaminan. Dana atau pinjaman bunga rendah menjadi dambaan bagi para pengusaha, terutama pengusaha kecil di desa-desa.

Pengusaha Pertanian, Pengusaha Perternakan, Perngusaha Perikanan dan pengusaha kecil yang lain harus difasilitasi untuk bergerak, pemerintah melalui program program pro rakyat yang sudah bekerja selama ini harus melanjutkan. Bukan Lanjutkan Pemerintah dalam berkuasa saja, tapi Lanjutkan dan tingkatkan program program pro Rakyat sampai ke pelosok Desa, bukan hanya di kota kota saja.

Catatan:

Tulisan saya ini jauh dari kesempurnaan, saya hanya menulis apa adanya, dan kadang banyak yang tidak tahu dan salah. Meskipun demikian saya tetap semangat, saya ingin memberi gambaran berapa program yang sudah baik ternyata belum tersosialisasi sampai ke desa-desa. Setelah saya kembali ke desa Ketan Ireng Kecamatan Prigen dan Pandaan Pasuruan, saya belum melihat kegiatan yang selama ini dicanngkan pemerintah. Masih banyak yang bisa dikembangkan tapi semua itu tentu butuh pembinaan, bimbingan dan permodalan. Sebagai rakyat kecil saya merasa nyaman hidup didesa, tapi karena lama hidup di kota besar Surabaya saya masih butuh penyesuaian agar bisa menjadi Petani Plus. Dengan adanya UKM Center, UMKM Center, Kelompok Usaha Tani KUT sudah menjadi modal awal untuk meramaikan desa, menjadi desa Mandiri, Petani Mandiri, Pengusaha Mandiri, Plus Tersedianya Tenaga Kerja Siap Pakai yang mau terjun di desa terutama dari lulusan SMK.

Anda Punya Pengalaman dibidang SMK, Anda Guru SMK, Pengusaha Kecil dan Menengah UKM, Ayo saling share untuk Indonesia Raya. Partisipasi Aktif Rakyat Adalah Kekuatan Bangsa. (Maaf bukan kampanye, hehehe)

SMK BISA" | Bidang Keahlian Seni, Kria dan Teknologi

Pendidikan, Lapangan kerja, pengangguran, adalah problem besar di Indonesia, masih rendahnya mutu pendidikan ditambah susahnya mencari pekerjaan, kemiskinan, sedikitnya lowongan kerja yang tersedia, menjadi persoalan yang harus menjadi tugas pemerintah untuk mengambil langkah cepat untuk menyiapkan tenaga kerja siap pakai seperti SMK Bisa, SMK Mandiri, SMK yang lulusannya berkualitas dan siap kerja.

Sekolah Menengah Kejuruan harus disiapkan untuk mengisi lowongan kerja tingkat menengah yang sudah tersedia, selain itu pemerintah harus juga mendorong terciptanya peluang kerja baru yang bisa menampung siswa lulusan SMK baik lewat program pegawai negeri, mendorong perusahaan baru, mendukung UKM, UMKM, melatih dan mendorong wirausaha baru, entrepreneur baru, pabrik ramah lingkungan baru, Perusahaan Baru, kesempatan kerja baru.

Tidak mudah memang menyiapkan tenaga kerja siap pakai, siap kerja, namun upaya departemen pendidikan dalam hal ini Direktoran Pembinaan Pendidikan Kejuruan Direktorean Jenderal Menajemen Pendidikan dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional (dit-PSMK) bisa melakukan pembinaan untuk program SMK bisa menurut pengamatan saya adalah langkah tepat terutama terkait dengan banyaknya pengangguran elite, pengangguran dari Lulusan Perguruan Tinggi, pengangguran yang disebakan oleh banyaknya tenaga kerja lulusan perguruan tinggi yang ternyata tidak siap pakai.

Program program SMK bisa harus benar benar bisa link dan match dengan kebutuhan pasar kerja, lebih lebih kalau juga bisa disiapkan untuk mendukung pasar kerja luar negeri yang terampil, bukan hanya sebagai pembantu rumah tangga PRT seperti TKI selama ini.

Tamatan SMK bisa ciptakan lapangan usaha

Pagi tadi, sambil bersiap-siap ketika hendak berangkat ke kantor, ada berita menarik di Indosiar. Nama acaranya saya lupa (atau gak tau? :) ), tapi ditayangkan sekitar jam 7-an.

Diberitakan, beberapa SMA di Jakarta mengaku kekurangan murid baru di PSB tahun ini. Diberitakan pula sebagian besar calon siswa lebih memilih sekolah di SMK. Ada satu SMK di Jakarta yang mengku jumlah pendaftar tahun ini membludak sampai 4x jumlah yang diterima.

Satu hal menarik dari pemberitaan itu, seorang narasumber mengungkapkan beralihnya minat calon siswa dari SMA ke SMK disebabkan gencarnya promosi SMK oleh pemerintah (Mendiknas) di televisi. Tentu jenengan pernah lihat iklan-iklan promosi SMK yang mengangkat jargon SMK BISA!. Salah satu iklan tersebut dibintangi oleh Tantowi Yahya yang juga mengaku lulusan SMK. Narasumber itu juga mengharapkan pemerintah tidak hanya mempromosikan SMK, tapi juga mempromosikan SMA dengan mengangkat jargon SMA BISA!

Apa benar demikian adanya? Benarkah minat calon siswa lebih cenderung ke SMK?

Pertanyaan saya itu tentu tidak bisa dijawab dengan mudah. Diperlukan adanya survey dan jajak pendapat dari calon-calon siswa baru, dan juga tentunya dari masyarakat luas. Apakah benar pernyataan sang narasumber yang menuding iklan SMK sebagai penyebabnya, atau ada sebab lain selain itu. Bahwa “iklan” bisa mempengaruhi opini public itu sudah pasti. Tapi jika hal itu sampai bisa mengubah selera pendidikan masyarakat, menurut saya hal itu sudah luar biasa.

Pada tahun 2007, melihat rendahnya minat siswa lulusan SMP yang melanjutkan ke SMK, pemerintah melalui Depdiknas mengeluarkan rencana strategis yang intinya memprioritaskan pembangunan SMK-SMK. Jika memang pemberitaan itu benar, dalam waktu 2 tahun saja rencana pemerintah tersebut bisa dikatakan berhasil. Nah, jika sekarang timbul masalah seperti itu, tentu saya tidak tahu. He.he. :)
Sebagai salah seorang yang juga lulusan SMK, tentunya saya merasa bangga dengan adanya berita tersebut. Setidaknya hal itu menunjukkan persepsi masyaratkat akan SMK sudah bergeser. Beberapa tahun lalu, ketika saya masuk SMK, pandangan masyarakat akan SMK cenderung miring. Digambarkan bahwa siswa SMK identik dengan siswa dari kalangan kurang mampu. Ada juga anggapan bahwa orang tua menyekolahkan anaknya di SMK karena khawatir tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Hal itu memang tidak sepenuhnya salah. Sebagian besar teman saya waktu di SMK memang dari kalangan kurang berada. Bahkan banyak juga yang mendapat beasiswa JPS (Jaring Pengaman Sosial) karena masuk golongan kurang mampu.

Ketika masih sekolah dulu saya pernah bertanya, mengapa beberapa perusahaan lebih menyukai merekrut tenaga lulusan SMK dari pada lulusan perguruan tinggi? Dengan sederhana di jawab oleh guru saya, lulusan SMK lebih terbiasa bekerja keras dan standar gajinya lebih rendah. Ah, tentu saja itu jawaban yang masih bisa diperdebatkan lagi. Namun yang pasti, saya bersyukur bisa menjadi lulusan SMK karena jargon SMK BISA! Menurut saya memang benar adanya. (padahal dulu sebenarnya pengen sekali sekolah di SMA… he.he.)

Kembali ke pemberitaan tadi. Jika pemberitaan itu benar, apakah ini fenomena naik pamornya SMK atau meredupnya pamor SMA? Apakah ini menandakan bahwa SMA dan SMK kini dalam status yang sama, sama-sama diburu karena kualitasnya? Saya belum sempat mempelajari lebih jauh perihal ini, nanti jika saya sudah punya jawabannya saya akan memberitahukan pada jenengan semua. :)

Lepas dari pemberitaan itu, saya percaya SMA dan SMK sama-sama pentingnya. Keduanya memiliki pangsa pasar berbeda. SMK mencetak tenaga kerja siap pakai dan SMA mencetak calon-calon pemikir bangsa. Menurut jenengan, bagaimana lulusan SMK itu?

SMK Bisa!! Sekolah Kejuruan

Entertainer kondang Tantowi Yahya (49) mengatakan prospek lulusan SMK lebih bagus ketimbang lulusan SMA. "Bukan karena saya Ikon SMK saya lalu berbicara seperti ini Tapi Ini bisa dibuktikan. DI SMK. selain mendapat pendidikan sama seperti di SMA. siswa SMK juga mendapat bekal keterampilan untuk slap bekerja. Jadi mereka punya nilai plus. katanya kepada Wana Kota. Sabtu (23/1)

Bila dulu SMK dipandang sebelah mata, menurut Tantowi, kini justru sebaliknya. Saat Ini. banyak orangtua tertarik untuk menyekolahkan anaknya ke SMK. Apalagi dewasa Ini. lapangan kerja menuntut tenaga-tenaga kerja siap pakai.Lulusan SMA cenderung meneruskan ke perguruan tinggi. Kuliah juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit Setelah lulus kuliah juga belum tentu bisa langsung kerja. Makanya saya bilang prospek SMK lebih bagus karena siswanya dididik menjadi tenaga kerja slap pakai. Istilahnya skill Juli urai kakak kandung Helmi Yahya itu.

Oleh karena itu. menurut Tantowy. SMK harus didukung semua pihak. Anggota Fraksi Partai Golkar (FPGI DPR ini juga berharap pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan Nasional, bisa membina SMK. "Program-program SMK harus benar-benar bisa link dan match dengan kebutuhan pasar tenaga kerja, kalau bisa disiapkan untuk mendukung pasar kerja luar negeri yang terampil, bukan hanya sebagai pembantu rumah tangga atau PRT. tandas bintang iklan layanan masyarakat SMK Bisa ini.Apa yang dikatakan Tantowy mirip dengan pendapat Direktur Pembinaan SMK Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah. Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Joko Sutrisno. Menurut Joko. SMK bisa menjadi solusi dalam menghadapi ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) atau perdagangan bebas As-SEAN-Chlna yang sudah berlaku per 1 Januari 2010.

"Jangan kita lawan produk China masuk, tetapi bagaimana memanfaatkan produk China untuk meningkatkan advantage melalui pengembangan SMK." katanya di sebuah kegiatan di Mataram. NTB. Sabtu (23/1). seperti dikutip Antara.Masuknya produk China dinilai mengancam industri dalam negeri karena produk dalam negeri belum sepadan dengan produk dari Negeri Tirai Bambu tersebut. "Kita memang tidak bisa mengalahkan produk China terutama produk manufaktur. Kita masih perlu berguru ke negeri tersebut." ujarnya.

Namun kondisi tersebut bisa juga ditangkap sebagai kesempatan untuk menciptakan SMK sebagai solusi dalam menghadapi persaingan pasar bebas tersebut. Caranya adalah menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar di luar negeri termasuk dari China. Kerja sama tersebut bisa dalam bentuk perjanjian pembelian suku cadang atau bahan baku untuk kemudian dilakukan produksi barang jadinya di Indonesia dengan melibatkan SMK.Dengan demikian. SMK bisa mengambil margin keuntungan dari mitra industrinya. "Model seperti ini akan coba kita terapkan sampai pada akhirnya SMK mampu memproduksi suku cadang atau bahan baku yang sebelumnya kita datangkan dari luar negeri itu." ujarnya, (ign)

SMK Bisa Bikin Mobil

Pendidikan, Lapangan kerja, pengangguran, adalah problem besar di Indonesia, masih rendahnya mutu pendidikan ditambah susahnya mencari pekerjaan, kemiskinan, sedikitnya lowongan kerja yang tersedia, menjadi persoalan yang harus menjadi tugas pemerintah untuk mengambil langkah cepat untuk menyiapkan tenaga kerja siap pakai seperti SMK Bisa, SMK Mandiri, SMK yang lulusannya berkualitas dan siap kerja. Sekolah Menengah Kejuruan harus disiapkan untuk mengisi lowongan kerja tingkat menengah yang sudah tersedia, selain itu pemerintah harus juga mendorong terciptanya peluang kerja baru yang bisa menampung siswa lulusan SMK baik lewat program pegawai negeri, mendorong perusahaan baru, mendukung UKM, UMKM, melatih dan mendorong wirausaha baru, entrepreneur baru, pabrik ramah lingkungan baru, Perusahaan Baru, kesempatan kerja baru.

SMK Bisa, Menciptakan Tenaga Kerja Siap Pakai

Tidak mudah memang menyiapkan tenaga kerja siap pakai, siap kerja, namun upaya departemen pendidikan dalam hal ini Direktoran Pembinaan Pendidikan Kejuruan Direktorean Jenderal Menajemen Pendidikan dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional (dit-PSMK) bisa melakukan pembinaan untuk program SMK bisa menurut pengamatan saya adalah langkah tepat terutama terkait dengan banyaknya pengangguran elite, pengangguran dari Lulusan Perguruan Tinggi, pengangguran yang disebakan oleh banyaknya tenaga kerja lulusan perguruan tinggi yang ternyata tidak siap pakai.

Program program SMK bisa harus benar benar bisa link dan match dengan kebutuhan pasar kerja, lebih lebih kalau juga bisa disiapkan untuk mendukung pasar kerja luar negeri yang terampil, bukan hanya sebagai pembantu rumah tangga PRT seperti TKI selama ini.

Persoalan Gengsi, Harus Dirubah dengan Bangga SMK Bisa

Saya senang ada orang sekelas Tantowi Yahya sebagai Icon Iklan SMK Bisa, saya yakin iklan ini akan berhasil mendorong lulusan SMP tertarik melanjutkan ke SMK. Terutama yang berasal dari daerah dimana orang tuanya tidak mampu untuk nantinya (setelah SMA) melanjutkan ke perguruan tinggi yang saat ini biayanya sangat tinggi itu.

Dulu lulusan SMK masuk dalam golongan kelas 2, kalau tidak SMA tidak keren, nah dengan iklan di TV tentang SMK bisa diharapkan ada kebanggaan pada siswa SMK. Dengan modal kebanggaan biasanya diikuti dengan semangat keras selama pendidikan. Semangat kerja keras untuk mengikuti setiap belajaran yang diikuti tentu akan meningkatkan kualitas lulusan SMK.

7 Alasan Kenapa Lulusan SMK Bisa Jadi Pengusaha

Acara persami siswa baru di smk

Begitu semaraknya acara persami (Perkemahan Sabtu Malam Minggu) yang diadakan di smk negeri 1 sumberbaru dari tanggal 24 juli 2010 sampai 25 juli 2010, acara ini meriah dengan acara api unggun dan kembang api sehingga menarik pengunjung dari keluarga murid dan warga sekitar smk. acara persami dibuka jam 13.00 WIB dan akan berakhir sampai esok hari penutupan jam 12.00 WIB. dengan diadakan kegiatan persami ini akan memupuk bakat siswa dalam kebersamaan dan partisipasi terhadap dunia pramuka yang lama kelamaan akan pudar sehingga di smk diadakan persamn. Tidak hanya siswa yang sibuk ikut dalam kegiatan persami ini melainkan guru-guru smk juga ikut memeriahkan acara persami ini.

SMK Bisa, Menciptakan Tenaga Kerja Siap Pakai

Lapangan kerja, pengangguran, adalah problem besar di Indonesia, masih endahnya mutu pendidikan ditambah susahnya mencari pekerjaan, kemiskinan, sedikitnya lowongan kerja yang tersedia, menjadi persoalan yang harus menjadi tugas pemerintah untuk mengambil langkah cepat untuk menyiapkan tenaga kerja siap pakai seperti SMK Bisa, SMK Mandiri, SMK yang lulusannya berkualitas dan siap kerja. Sekolah Menengah Kejuruan harus disiapkan untuk mengisi lowongan kerja tingkat menengah yang sudah tersedia, selain itu pemerintah harus juga mendorong terciptanya peluang kerja baru yang bisa menampung siswa lulusan SMK baik lewat program pegawai negeri, mendorong perusahaan baru, mendukung UKM, UMKM, melatih dan mendorong wirausaha baru, pabrik ramah lingkungan baru, Perusahaan Baru, kesempatan kerja baru.

SMK Bisa, Menciptakan Tenaga Kerja Siap Pakai

Tidak mudah memang menyiapkan tenaga kerja siap pakai, siap kerja, namun upaya departemen pendidikan dalam hal ini Direktoran Pembinaan Pendidikan Kejuruan Direktorean Jenderal Menajemen Pendidikan dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional (dit-PSMK) bisa melakukan pembinaan untuk program SMK bisa menurut pengamatan saya adalah langkah tepat terutama terkait dengan banyaknya pengangguran elite, pengangguran dari Lulusan Perguruan Tinggi, pengangguran yang disebakan oleh banyaknya tenaga kerja lulusan perguruan tinggi yang ternyata tidak siap pakai.

Persoalan Gengsi, Harus Dirubah dengan Bangga SMK Bisa

Saya senang ada orang sekelas Tantowi Yahya sebagai Icon Iklan SMK Bisa, saya yakin iklan ini akan berhasil mendorong lulusan SMP tertarik melanjutkan ke SMK. Terutama yang berasal dari daerah dimana orang tuanya tidak mampu untuk nantinya (setelah SMA) melanjutkan ke perguruan tinggi yang saat ini biayanya sangat tinggi itu.

Dulu lulusan SMK masuk dalam golongan kelas 2, kalau tidak SMA tidak keren, nah dengan iklan di TV tentang SMK bisa diharapkan ada kebanggaan pada siswa SMK. Dengan modal kebanggaan biasanya diikuti dengan semangat keras selama pendidikan. Semangat kerja keras untuk mengikuti setiap belajaran yang diikuti tentu akan meningkatkan kualitas lulusan SMK.

Kompetensi Siswa SMK Bisa Bersaing Global

pemerintah akan terus meningkatkan pembinaan kompetensi siswa SMK berprestasi di tingkat nasional sehingga mampu mengharumkan nama bangsa dan bersaing di tingkat dunia.

Joko Sutrisno, Direktur Pembinaan SMK Depdiknas, di Jakarta, Rabu (2/7), mengatakan, dalam ASEAN Skill Competition yang sudah enam kali diikuti siswa SMK Indonesia, prestasi Indonesia terus meningkat. Bahkan, Indonesia mampu meraih pemenang juara satu

SMK Bisa Menciptakan Tenaga Kerja Siap Pakai Tidak Mudah Memang Menyiapkan Tenaga Kerja Siap Pakai Siap Kerja

Program “SMK BISA” yang dicanangkan pemerintah merupakan tanda dibukanya gerbang persaingan sehat dunia pendidikan. Asumsi yang memandang SMK sebelah mata telah mengakhiri eranya. Karena itu, animo masyarakat untuk melanjutkan ke SMK meningkat drastis.

Menanggapi tingginya animo masyarakat tersebut, membuat Sekolah Menengah Kejuruan Putra Indonesia Malang program studi Kimia Industri terus melakukan pemebenahan diberbagai sisinya, baik dari sisi manajemen, system pendidikan, sarana maupun pemanfaatan ICT dalam bidang manajemen dan pemeblajaran.

Brand Kompeten, Disiplin, Profesional dan Berkualitas merupakan jaminan utama sekolah yang beralamat di Jl,Barito No.5 Malang ini. Dengan berbagai inovasi yang telah dilakukan, Sekolah Menengah Kejuruan Putra Indonesia Malang ingin menjadikan lembaga pendidikannya sebagai lembaga pendidikan yang “terdepan dalam pilihan“.

Agar bisa diterima dan dibutuhkan di dunia kerja atau industri, seorang siswa harus memiliki disiplin yang tinggi. Karena orang yang disiplin itu akan lebih bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diberikan. SMK PIM berhasil meracik sistem pendidikan yang menekankan pada disiplin dan dan tanggungjawab pribadi yang tinggi.

Sekolah Menengah Kejuruan Putra Indonesia mengedepankan pelayanan prima terhadap peserta didiknya, karena peserta didik dianggap sebagai mitra.. Disini siswa dibimbing dari awal hingga tamat, bahkan lulusan yang belum mendapatkan pekerjaan juga tetap berada dalam tanggung jawab sekolah secara moril. Hal ini ditunjang dengan adanya job fair bursakerja yang diadakan oleh humas SMK PI. Acara job fair ini bias dilaksanakan tentunya karena dukungan dan kepercayaan dunia kerja terhadap SMK Putra Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya rekrutmen oleh beberapa industri di sekolah sebelum lulusan siswanya.

Tidak mudah memang menyiapkan tenaga kerja siap pakai, siap kerja, mandiri, dan dapat diterima oleh dunia kerja /industry. Menyadari hal ini, telah banyak upaya yang telah dilakukan SMK PIM, diantaranya Validasi kurikulum. Dalam pelaksanaan Validasi Kurikulum ini, SMK PIM melibatkan dunia industry, sehinga bias dihasilkan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan dunia industry dan dunia kerja.

Di samping melakukan perbaikan kurikulum melalui Validasi Kurikulum, SMK PIM juga mengembangkan metode pembelajaran berdasarkan teknik edukasi modern yang berdasar kajian ilmiah. Dalam Prakerin atau praktek kerja industry, siswa akan mencoba, merasakan, dan terjun langsung di dunia industri. Ini akan menjadi pengalaman yang sangat berharga dan menyenangkan bagi siswa. Hal ini bertujuan agar siswa terlatih dan mempunyai pengalaman bagaimana dunia industri itu sebenarnya , mulai dari suasana kerja hingga skill yang dibutuhkan. Siswa akan menjadi terbiasa dan berusaha untuk bersosialisasi dalam lingkungan tersebut. Sehingga saat siswa lulus dan terjun ke dunia industry, tidak merasa aneh , gugup dan siap mengembangkan potensi diri secara maksimal. Semua inovasi tersebut bertumpu kepada harapan akan hadirnya lulusan yang Kompeten, Disiplin, Profesional dan Berkualitas handal dalam menjalankan pekerjaan dan dapat memberikan solusi permasalahan yang ada di lapangan kerja.

Untuk meningkatkan dan mengembangkan jiwa mandiri dalam berwirausaha, SMK Putra Indonesia Malang juga menerapkan progam kewirausahaan. Dalam program ini, siswa dibekali bagaimana merencanakan, memproduksi, sampai dengan memasarkan suatu produk. Jadi tidak berlebihan jika dikatakan SMK Putra Indonesia Malang Sudah “BISA” menciptakan tenaga profesional yang mampu bersaing dalam dunia kerja global, menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan kerja, menciptakan lulusan yang siap mandiri di tengah himpitan sistem yang serba sulit, Maka jangan heran jika puluhan siswa SMK Putra Indonesia Malang lulusan 2010 kemarin bahkan sudah diterima di berbagai perusahaan sebelum diwisuda.

Kegiatan Ekstrakurikuler juga tak luput dari perhatian SMK Putra Indonesia Malang, banyak prestasi yang telah diraih oleh siswa, baik di tingkat kodya/kab, propinsi bahkan sampai tingkat Nasional. Melalui kegiatan Ekstrakurikuler siswa dapat mengembangkan kemampuan dan kreativitas sesuai dengan potensi, bakat, dan minat mereka Selain juga dapat mengembangkan jiwa kompetitif dan sebagai sarana menumbuhkan sikap (attitude). Yang terakhir ini adalah modal yang paling berharga bagi kehidupan di mana pun kita berada.

Semua itulah yang membuat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap SMK Putra Indonesia Malang meningkat drastis. Itulah yang terjadi saat ini, hal ini dibuktikan dengan membludaknya pendaftar di gelombang I, walaupun pendaftaranya diadakan sebelum pendaftaran SMA Negeri /SMK Negeri. Dalam seleksi PSB gelombang I, sekitar 25% pendaftar tidak diterima. Bagi lulusan SMP yang punya minat menekuni profesi imia industry, SMK PIM masih memberikan kesempatan untuk mendaftar pada gelombang II sampai dengan 2 juli 2010. Merupakan sebuah pilihan yang rasional mendaftar di sekolah yang dikenal dengan nama SMK PI-M .

Design by infinityskins.blogspot.com 2007-2008