Selasa, 30 November 2010

SMK Canda Bhirawa Pare Jl. PB. Sudirman No. 68 Pare, Kediri Jawa Timur






SMK Canda Bhirawa Pare


Nama : SMK Canda Bhirawa Pare

Alamat : Jl. PB. Sudirman No. 68 Pare, Kediri Jawa Timur

No. Telp / fax : (0354) 391187

E-mail : smkcbpare@yahoo.com

Status : Terakreditasi A

Visi :

Tewujudnya lembaga pendidikan yang mampu menghasilkan tamatan dengan kompetensi yang dimiliki dapat menunjang pengembangan pembangunan daerah dalam menghadapi persaingan bebas dengan landasan iman dan taqwa.

Misi :

1. Mewujudkan manajemen berbasis sekolah

2. Menyelenggarakan lembaga pendidikan danlatihan kejuruan teknologi da industri untuk menghasilkan tamatan:

* Yang memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar kerja.
* Yang mampu mengembanggkan potensinya secara mandiri dan mampu membuka lapangan kerja baru

Kejuruan :

1. Teknik Komputer & Jaringan (TKJ).

2. Teknik Otomotif (TO).

3. Teknik Mesin (TM).

4. Teknik Listrik (TL).

5. Teknik Gambar Bangunan (TGB).



Foto Kelas XI TKJ 2 Waktu Lomba Mading Pada KTS

SUSANTO


Foto Waktu Pengumuman Kegiatan Tengah Semester

Foto Waktu Pengumuman Kegiatan Tengah Semester

Foto Waktu Pengumuman Kegiatan Tengah Semester

Foto Waktu Pengumuman Kegiatan Tengah Semester



Dibuat oleh:

Nama : Susanto

Tempat Tanggal Lahir : Kediri, 04 maret 1993

Alamat : Dsn. Sukabumi Ds.Siman Kepung, Kediri Jawa Timur.

Status : Pelajar

Sekolah : SMK Canda Bhirawa Pare

Kejuruan : Teknik Komputer & Jaringan (TKJ)

Kelas : XII Tkj 2

E-mail : karya4naktkj@gmail.com

Blogger : http://smkcbpare.blogspot.com/

Minggu, 21 November 2010

Kelulusan Tahap I Seleksi Umum Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Di Lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2010

Menindaklanjuti pengumuman kami nomor 71248/A4/KP/2010 tanggal 30 September 2010 perihal Pengumuman Seleksi Penerimaan CPNS Kemdiknas Tahun 2010, bersama ini kami sampaikan hasil kelulusan seleksi CPNS dengan klasifikasi sebagai berikut:



Untuk peserta seleksi di lingkungan Universitas/Institut/Politeknik Negeri; Kopertis; Ditjen Dikti; Setjen; Itjen; Balitbang; Pusat Bahasa berikut Kantor Bahasa; Ditjen PNFI berikut unit pelaksana teknis P2PNFI dan PNFI, pengumuman terlampir merupakan hasil seleksi Tahap I yang akan ditindaklanjuti dengan seleksi tahap kedua berupa Tes Substansi yang akan dilaksanakan di masing-masing unit kerja. Keterangan lebih lanjut berkaitan dengan waktu, tempat, dan jadual dapat dilihat di masing-masing unit kerja di mana pelamar melamar.
Khusus untuk di lingkungan Ditjen PMPTK berikut unit pelaksana teknis P4TK, LPMP, dan LP2KS karena telah melaksanakan tes substansi pada tanggal 27 Oktober 2010 bersamaan dengan tes umum (TPU dan TBS), pengumuman kelulusan akan disampaikan pada tanggal 27 Nopember 2010 di unit kerja masing-masing dan di alamat web kami http://kemdiknas.go.id dan atau http://cpns.kemdiknas.go.id

Demikian, untuk dipedomani.

Hasil seleksi:



Universitas/Institut/Politeknik Negeri
Kopertis
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Sekretariat Jenderal
Inspektorat Jenderal
Badan Penelitian dan Pengembangan
Pusat Bahasa berikut Kantor Bahasa
Direktorat Jenderal PNFI berikut unit pelaksana teknis P2PNFI

Lampiran:

Pengumuman Kelulusan Tahap 1
Waktu pelaksanaan tes substansi
Daftar tempat tes substansi

Minggu, 31 Oktober 2010

Siswa UN Ulangan Agar Diantar Utusan Sekolah

Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam pengembangan sekolah. Untuk itu, kepala sekolah dituntut memiliki kompetensi dan profesionalisme yang memadai. Untuk memperlancar tugasnya maka perlu diadakan pendidikan dan pelatihan, serta penyiapan para calon kepala sekolah/madrasah dan pengembangan keprofesian berkelanjutan.


Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Nasional Baedhowi mengatakan, terdapat korelasi langsung antara kompetensi kepala sekolah dengan pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah. "Jika kualitas kompetensi kepala sekolah tinggi maka ada korelasi yang bagus dalam melaksanakan proses pembelajaran," katanya saat memberikan keterangan pers tentang implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendikasn) No.28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru menjadi Kepala Sekolah di Kemdiknas, Jakarta, Jumat (29/20).

Pada acara yang dipandu oleh Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemdiknas M.Muhadjir hadir Direktur Profesi Pendidik Ahmad Dasuki dan Direktur Tenaga Kependidikan Surya Dharma.

Baedhowi menyampaikan, Undang-Undang No.14/2005 tentang Guru dan Dosen menyebutkan persyaratan guru minimal berkualifikasi S1/D4. Oleh karena itu, kata dia, persyaratan kepala sekolah yang diatur dalam Permendiknas ini mengacu pada undang-undang tersebut. Ketentuan lain yang diatur dalam Permendiknas ini adalah terkait penyiapan calon kepala sekolah.

"Dulu kepala sekolah dipilih saja oleh kepala daerah, tetapi sekarang untuk menjadi kepala sekolah perlu ada persiapan-persiapan. Ada proses-proses administrasi maupun proses akademik yang harus dilakukan untuk menjadi calon kepala sekolah," katanya.

Lebih lanjut Baedhowi mengatakan, setelah calon kepala sekolah dipilih maka harus mengikuti proses pendidikan dan pelatihan minimal 100 jam dan praktik lapangan minimal tiga bulan. Untuk menjadi kepala sekolah, kata dia, harus ada suatu bukti bahwa mereka itu kompeten dan punya suatu keterampilan manajerial di dalam mengelola sekolah. "Diharapkan implementasi di lapangan tidak menentukan kepala sekolah hanya karena like and dislike, tetapi ada satu proses," ujarnya.

Baedhowi mengatakan, dalam proses pengangkatan kepala sekolah/madrasah melalui penilaian akseptabilitas oleh tim pertimbangan pengangkatan kepala sekolah/madrasah yang ditetapkan oleh pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota atau penyelenggara sekolah/madrasah yang dilaksanakan oleh masyarakat sesuai dengan kewenangannya. "Anggotanya pun juga ada unsur pengawas," katanya.

Adapun masa tugas kepala sekolah/madrasah untuk satu kali masa tugas selama empat tahun. Namun, dapat diperpanjang satu kali masa tugas bila memiliki prestasi kinerja minimal baik. "Kalau sudah dua periode boleh diangkat kembali, tetapi pada sekolah yang lain dengan prestasi amat baik," ujar Baedhowi.

Dengan berlakunya permendiknas ini maka Kepmendiknas No.162/U/2003 tentang Pedoman Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah dinyatakan tidak berlaku. Pada kesempatan yang sama, Baedhowi menyampaikan Permendiknas No.22/ 2010 sebagai perubahan Permendiknas No.47 Tahun 2007 tentang Inpassing Guru Non-PNS.



Dijelaskan, guru-guru di bawah naungan yayasan agar mendapatkan tunjangan profesi layaknya guru-guru PNS lainnya maka perlu dilakukan inpassing atau penyetaraan. Hal ini dilakukan agar pembayaran tunjangan profesi setara dengan guru PNS. "Dalam sertifikasi, baik guru PNS maupun non-PNS akan mendapatkan tunjangan profesi satu kali gaji pokok,"katanya.

Baedhowi menyebutkan, jumlah guru yang telah melakukan inpassing untuk tingkat pendidikan dasar sebanyak 6.430 orang dan untuk tingkat pendidikan menengah sebanyak 3.641 orang. Total sebanyak 10.071 orang.

Kemdiknas, kata Baedhowi, melalui Permendiknas No.27/2010 tentang Program Induksi bagi Guru Pemula, akan melakukan pembimbingan bagi guru pemula agar menjadi guru profesional. Caranya, kata dia, dilakukan dengan pembimbingan dari guru-guru senior dan kepala sekolah, serta pengawas. Masa induksi selama satu tahun dan dapat diperpanjang satu tahun. "Jika dalam dua tahun tidak bisa akan dialihfungsikan tidak menjadi guru, sehingga guru-guru yang betul-betul diangkat nanti yang profesional," katanya.

Pendidikan Tanggung Jawab Bagi Calon Pemimpin

Ujian ulang bagi siswa SMA/SMK se-Indonesia dilakukan serentak mulai hari ini. Dan pada pagi ini, Mendiknas Mohammad Nuh berkunjung ke SMA 35 dan SMA 3 Jakarta sebagai upaya untuk memberikan dukungan moral kepada para siswa yang mengikuti ujian ulang dan memantau kesiapan pelaksanaan ujian ulang ini.

Dari rayon 10, sebanyak 272 siswa dari 18 sekolah jadi peserta ujian ulang yang dilaksanakan di SMA Negeri 3 Jakarta. 78 siswa dari jurusan IPA, dan 194 siswa dari jurusan IPS.

Untuk SMA Negeri 3 sendiri, ada 3 siswa yang mengikuti ujian ulang nasional. Untuk mata pelajaran Biologi 1 orang, mata pelajaran Kimia 1 orang, dan Matematika 1 orang. Selain itu ada 7 siswa yang nantinya akan mengikuti ujian ulang sekolah. Dari ketujuh orang tersebut, mereka mengulang pada mata pelajaran agama, TIK, dan olahraga yang merupakan pelajaran keterampilan dan budi pekerti. Diungkapkan oleh kepala sekolah SMA N 3, Wieke Salehani, semua siswa harus lulus dengan penuh rasa tanggung jawab.

"Meskipun UN nya lulus, tapi kalau US nya tidak lulus, maka tidak lulus. Karena pendidikan etika itu penting, dan semua lulusan harus bisa bertanggung jawab atas hasil yang diperoleh" ujar Wieke.

Mendiknas juga menyampaikan bahwa pendidikan tanggung jawab harus ditanamkan sejak dini kepada para calon pemimpin bangsa, karena jika diibaratkan dalam sebuah rumah tangga, istri/suami yang paling dibenci adalah istri/suami yang tidak bertanggung jawab.

"Coba bayangkan, ini candaan, orang yang paling tidak disukai ibu-ibu adalah suami yang tidak bertanggung jawab. Begitu juga dengan istri yang tidak bertanggung jawab. Maka anak-anak harus dididik untuk bertanggung jawab" kata Nuh.

Senin, 18 Oktober 2010

SMK Bisa, Menciptakan Tenaga Kerja Siap Pakai

Pendidikan, Lapangan kerja, pengangguran, adalah problem besar di Indonesia, masih rendahnya mutu pendidikan ditambah susahnya mencari pekerjaan, kemiskinan, sedikitnya lowongan kerja yang tersedia, menjadi persoalan yang harus menjadi tugas pemerintah untuk mengambil langkah cepat untuk menyiapkan tenaga kerja siap pakai seperti SMK Bisa, SMK Mandiri, SMK yang lulusannya berkualitas dan siap kerja. Sekolah Menengah Kejuruan harus disiapkan untuk mengisi lowongan kerja tingkat menengah yang sudah tersedia, selain itu pemerintah harus juga mendorong terciptanya peluang kerja baru yang bisa menampung siswa lulusan SMK baik lewat program pegawai negeri, mendorong perusahaan baru, mendukung UKM, UMKM, melatih dan mendorong wirausaha baru, entrepreneur baru, pabrik ramah lingkungan baru, Perusahaan Baru, kesempatan kerja baru.

SMK Bisa, Menciptakan Tenaga Kerja Siap Pakai

Tidak mudah memang menyiapkan tenaga kerja siap pakai, siap kerja, namun upaya departemen pendidikan dalam hal ini Direktoran Pembinaan Pendidikan Kejuruan Direktorean Jenderal Menajemen Pendidikan dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional (dit-PSMK) bisa melakukan pembinaan untuk program SMK bisa menurut pengamatan saya adalah langkah tepat terutama terkait dengan banyaknya pengangguran elite, pengangguran dari Lulusan Perguruan Tinggi, pengangguran yang disebakan oleh banyaknya tenaga kerja lulusan perguruan tinggi yang ternyata tidak siap pakai.

Program program SMK bisa harus benar benar bisa link dan match dengan kebutuhan pasar kerja, lebih lebih kalau juga bisa disiapkan untuk mendukung pasar kerja luar negeri yang terampil, bukan hanya sebagai pembantu rumah tangga PRT seperti TKI selama ini.

Persoalan Gengsi, Harus Dirubah dengan Bangga SMK Bisa

Saya senang ada orang sekelas Tantowi Yahya sebagai Icon Iklan SMK Bisa, saya yakin iklan ini akan berhasil mendorong lulusan SMP tertarik melanjutkan ke SMK. Terutama yang berasal dari daerah dimana orang tuanya tidak mampu untuk nantinya (setelah SMA) melanjutkan ke perguruan tinggi yang saat ini biayanya sangat tinggi itu.

Dulu lulusan SMK masuk dalam golongan kelas 2, kalau tidak SMA tidak keren, nah dengan iklan di TV tentang SMK bisa diharapkan ada kebanggaan pada siswa SMK. Dengan modal kebanggaan biasanya diikuti dengan semangat keras selama pendidikan. Semangat kerja keras untuk mengikuti setiap belajaran yang diikuti tentu akan meningkatkan kualitas lulusan SMK.

Kompetensi Siswa SMK Bisa Bersaing Global

Ppemerintah akan terus meningkatkan pembinaan kompetensi siswa SMK berprestasi di tingkat nasional sehingga mampu mengharumkan nama bangsa dan bersaing di tingkat dunia.

Joko Sutrisno, Direktur Pembinaan SMK Depdiknas, di Jakarta, Rabu (2/7), mengatakan, dalam ASEAN Skill Competition yang sudah enam kali diikuti siswa SMK Indonesia, prestasi Indonesia terus meningkat. Bahkan, Indonesia mampu meraih pemenang juara satu.

Tim Saya Semua Lulusan SMK

Saya bukan pengusaha yang sukses, karena belum bisa menampung puluhan bahkan ratusan tenaga kerja SMK, namun dengan keterbatasan yang saya miliki saya mencoba menampung tenaga SMK. Hasilnya luar biasa, ternyata kemampuan lulusan SMK luar biasa. Tentunya dengan bimbingan dan motivasi yang saya tanamkan, bahkan saat ini ada yang bisa melakukan tugas tugas review untuk situs luar negeri. Semua tergantung motivasinya.

Mas Rozim misalnya, dia lulusan SMK 1 Tuban hanya dalam waktu 6 bulan saya bina sudah bisa melakukan tugas tugas berat baik untuk pekerjaan Review, web master, dan content writer dalam bahasa inggris, sehingga ratusan bahkan ribuan dollar bisa mengalir ke Indonesia dari tangannya.

Mas Soim, juga lulusan SMK, yang saat ini membantu saya menjadi customer support, dan teknikal support, plus Manager Pemasaran Indobilling.com. Bukan hanya itu dia juga menjadi pengasuh rubik portal.com musik.

Mas Hendra, Anak lamongan ini juga sangat luar biasa, dia saya didik dan saya orbitkan menjadi calon wiraswasta, pengusaha baru yang nantinya akan kembali ke desanya untuk mebangun desa di Kota Lamongan. Kemampuannya di bidang web design, Delphi Programming, Perawatan Hardware Komputer, Manajemen Warnet, Teknik SEO, Internet marketing sudah cukup untuk menjadi SMK Mandiri.

Mas Irawan, salah satu binaan saya yang sudah mandiri menjadi pengusaha Handphone, Pengusaha HP ini sudah berpengasilan lebih tinggi dari pegawai negeri Golongan 3.

Dan banyak Lulusan SMK, atau SMA yang sudah saya didik menjadi pengusaha yang kembali ke desanya bukan hanya menjadi karyawan tapi sudah menjadi pengusaha dan masuk golongan Wirausaha UKM atau UMKM. Berarti apa yang disampaikan oleh Mas Tantowi Yahya benar, SMK memang bisa menjadi Pengusaha Tangguh.

SMK Plus adalah Solusi Untuk Mengentas Pengangguran

Dalam rangka pelaksanaan pilar pembangunan di bidang pendidikan nasional untuk meningkatkan akses dan pemerataan serta peningkatan mutu pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan, melalui APBN tahun 2009 telah dialokasikan dana bantuan untuk:

1. Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMK;
2. Pembangunan Workshop/ Laboratorium/ Perpustakaan SMK;
3. Pengadaan Peralatan SMK Rintisan SSN;
4. Pengadaan Peralatan SMK Pra-SSN.

Salah satu tahapan dalam pemberian bantuan tersebut berupa kegiatan Penandatanganan Surat Perjanjian dan Bimbingan Teknis Pemberian Bantuan Tahun Anggaran 2009.

Program tersebut tentu akan menjadikan SMK Plus, yaitu tersedianya peralatan / worshop / Laboratorium / perpustakaan plus jaringan Internet Gratis di setiap SMK di Indonesia. Kesungguhan pemerintah harus didukung, keberpihakan pemerintah melalui program program SMK bisa bukan hanya untuk Kampanye Pemenang Pilpres 2009, tapi harus menjadi program permanen yang terencana dan berkelanjutan.

SMK Gratis Setelah SD dah SMP Gratis

Anggaran pendidikan yang cukup tinggi yaitu 20 persen barangkali juga bisa digunakan untuk menjadikan SMK Gratis untuk rakyat yang tidak mampu menyekolahkan anaknya, sehingga tidak ada lagi yang tidak sekolah, Ini bagian dari mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus menyiapkan tenaga kerja siap pakai untuk mengurangi tingkat pengangguran yang semakin tinggi.

Menggerakan Sektor Real, Usaha Kecil dan Menengah

Ekonomi kerakyatan, tidak lepas dari ekonomi sektor real, sektor yang langsung bisa menyentuh kebutuhan masyarakat banyak. Tidak bisa dipungkiri Usaha Kecil dan menengah UKM menjadi tulang punggung dalam stabilitas ekonomi Nasional.

Jerintan Pengusaha Kecil Yang Tidak Punya Jaminan

Rasanya banyak orang seperti saya yang ingin berusaha tetapi tidak punya Jaminan untuk pinjam uang ke bank. Apakah saya yang tidak tahu informasi atau kuper, sehingga tidak tahu bagaimana meminjam uang untuk perluasan usaha. Selama ini jika saya butuh dana untuk berusaha saya pinjam dana dari Kartu Kredit yang bunganya tinggi itu. Tapi karena terpaksa maka hal ini sering dilakukan.

Setelah SMK Bisa berhasil tentu para pengusaha yang bisa menciptakan lapangan kerja juga harus didukung, baik dari segi penyiapan ifrastuktur, perijinan, insentif, managemen dan pendampingan serta penbinaan tentu juga dalam hal akses dana tanpa jaminan. Dana atau pinjaman bunga rendah menjadi dambaan bagi para pengusaha, terutama pengusaha kecil di desa-desa.

Pengusaha Pertanian, Pengusaha Perternakan, Perngusaha Perikanan dan pengusaha kecil yang lain harus difasilitasi untuk bergerak, pemerintah melalui program program pro rakyat yang sudah bekerja selama ini harus melanjutkan. Bukan Lanjutkan Pemerintah dalam berkuasa saja, tapi Lanjutkan dan tingkatkan program program pro Rakyat sampai ke pelosok Desa, bukan hanya di kota kota saja.

Catatan:

Tulisan saya ini jauh dari kesempurnaan, saya hanya menulis apa adanya, dan kadang banyak yang tidak tahu dan salah. Meskipun demikian saya tetap semangat, saya ingin memberi gambaran berapa program yang sudah baik ternyata belum tersosialisasi sampai ke desa-desa. Setelah saya kembali ke desa Ketan Ireng Kecamatan Prigen dan Pandaan Pasuruan, saya belum melihat kegiatan yang selama ini dicanngkan pemerintah. Masih banyak yang bisa dikembangkan tapi semua itu tentu butuh pembinaan, bimbingan dan permodalan. Sebagai rakyat kecil saya merasa nyaman hidup didesa, tapi karena lama hidup di kota besar Surabaya saya masih butuh penyesuaian agar bisa menjadi Petani Plus. Dengan adanya UKM Center, UMKM Center, Kelompok Usaha Tani KUT sudah menjadi modal awal untuk meramaikan desa, menjadi desa Mandiri, Petani Mandiri, Pengusaha Mandiri, Plus Tersedianya Tenaga Kerja Siap Pakai yang mau terjun di desa terutama dari lulusan SMK.

Anda Punya Pengalaman dibidang SMK, Anda Guru SMK, Pengusaha Kecil dan Menengah UKM, Ayo saling share untuk Indonesia Raya. Partisipasi Aktif Rakyat Adalah Kekuatan Bangsa. (Maaf bukan kampanye, hehehe)

SMK BISA" | Bidang Keahlian Seni, Kria dan Teknologi

Pendidikan, Lapangan kerja, pengangguran, adalah problem besar di Indonesia, masih rendahnya mutu pendidikan ditambah susahnya mencari pekerjaan, kemiskinan, sedikitnya lowongan kerja yang tersedia, menjadi persoalan yang harus menjadi tugas pemerintah untuk mengambil langkah cepat untuk menyiapkan tenaga kerja siap pakai seperti SMK Bisa, SMK Mandiri, SMK yang lulusannya berkualitas dan siap kerja.

Sekolah Menengah Kejuruan harus disiapkan untuk mengisi lowongan kerja tingkat menengah yang sudah tersedia, selain itu pemerintah harus juga mendorong terciptanya peluang kerja baru yang bisa menampung siswa lulusan SMK baik lewat program pegawai negeri, mendorong perusahaan baru, mendukung UKM, UMKM, melatih dan mendorong wirausaha baru, entrepreneur baru, pabrik ramah lingkungan baru, Perusahaan Baru, kesempatan kerja baru.

Tidak mudah memang menyiapkan tenaga kerja siap pakai, siap kerja, namun upaya departemen pendidikan dalam hal ini Direktoran Pembinaan Pendidikan Kejuruan Direktorean Jenderal Menajemen Pendidikan dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional (dit-PSMK) bisa melakukan pembinaan untuk program SMK bisa menurut pengamatan saya adalah langkah tepat terutama terkait dengan banyaknya pengangguran elite, pengangguran dari Lulusan Perguruan Tinggi, pengangguran yang disebakan oleh banyaknya tenaga kerja lulusan perguruan tinggi yang ternyata tidak siap pakai.

Program program SMK bisa harus benar benar bisa link dan match dengan kebutuhan pasar kerja, lebih lebih kalau juga bisa disiapkan untuk mendukung pasar kerja luar negeri yang terampil, bukan hanya sebagai pembantu rumah tangga PRT seperti TKI selama ini.

Tamatan SMK bisa ciptakan lapangan usaha

Pagi tadi, sambil bersiap-siap ketika hendak berangkat ke kantor, ada berita menarik di Indosiar. Nama acaranya saya lupa (atau gak tau? :) ), tapi ditayangkan sekitar jam 7-an.

Diberitakan, beberapa SMA di Jakarta mengaku kekurangan murid baru di PSB tahun ini. Diberitakan pula sebagian besar calon siswa lebih memilih sekolah di SMK. Ada satu SMK di Jakarta yang mengku jumlah pendaftar tahun ini membludak sampai 4x jumlah yang diterima.

Satu hal menarik dari pemberitaan itu, seorang narasumber mengungkapkan beralihnya minat calon siswa dari SMA ke SMK disebabkan gencarnya promosi SMK oleh pemerintah (Mendiknas) di televisi. Tentu jenengan pernah lihat iklan-iklan promosi SMK yang mengangkat jargon SMK BISA!. Salah satu iklan tersebut dibintangi oleh Tantowi Yahya yang juga mengaku lulusan SMK. Narasumber itu juga mengharapkan pemerintah tidak hanya mempromosikan SMK, tapi juga mempromosikan SMA dengan mengangkat jargon SMA BISA!

Apa benar demikian adanya? Benarkah minat calon siswa lebih cenderung ke SMK?

Pertanyaan saya itu tentu tidak bisa dijawab dengan mudah. Diperlukan adanya survey dan jajak pendapat dari calon-calon siswa baru, dan juga tentunya dari masyarakat luas. Apakah benar pernyataan sang narasumber yang menuding iklan SMK sebagai penyebabnya, atau ada sebab lain selain itu. Bahwa “iklan” bisa mempengaruhi opini public itu sudah pasti. Tapi jika hal itu sampai bisa mengubah selera pendidikan masyarakat, menurut saya hal itu sudah luar biasa.

Pada tahun 2007, melihat rendahnya minat siswa lulusan SMP yang melanjutkan ke SMK, pemerintah melalui Depdiknas mengeluarkan rencana strategis yang intinya memprioritaskan pembangunan SMK-SMK. Jika memang pemberitaan itu benar, dalam waktu 2 tahun saja rencana pemerintah tersebut bisa dikatakan berhasil. Nah, jika sekarang timbul masalah seperti itu, tentu saya tidak tahu. He.he. :)
Sebagai salah seorang yang juga lulusan SMK, tentunya saya merasa bangga dengan adanya berita tersebut. Setidaknya hal itu menunjukkan persepsi masyaratkat akan SMK sudah bergeser. Beberapa tahun lalu, ketika saya masuk SMK, pandangan masyarakat akan SMK cenderung miring. Digambarkan bahwa siswa SMK identik dengan siswa dari kalangan kurang mampu. Ada juga anggapan bahwa orang tua menyekolahkan anaknya di SMK karena khawatir tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Hal itu memang tidak sepenuhnya salah. Sebagian besar teman saya waktu di SMK memang dari kalangan kurang berada. Bahkan banyak juga yang mendapat beasiswa JPS (Jaring Pengaman Sosial) karena masuk golongan kurang mampu.

Ketika masih sekolah dulu saya pernah bertanya, mengapa beberapa perusahaan lebih menyukai merekrut tenaga lulusan SMK dari pada lulusan perguruan tinggi? Dengan sederhana di jawab oleh guru saya, lulusan SMK lebih terbiasa bekerja keras dan standar gajinya lebih rendah. Ah, tentu saja itu jawaban yang masih bisa diperdebatkan lagi. Namun yang pasti, saya bersyukur bisa menjadi lulusan SMK karena jargon SMK BISA! Menurut saya memang benar adanya. (padahal dulu sebenarnya pengen sekali sekolah di SMA… he.he.)

Kembali ke pemberitaan tadi. Jika pemberitaan itu benar, apakah ini fenomena naik pamornya SMK atau meredupnya pamor SMA? Apakah ini menandakan bahwa SMA dan SMK kini dalam status yang sama, sama-sama diburu karena kualitasnya? Saya belum sempat mempelajari lebih jauh perihal ini, nanti jika saya sudah punya jawabannya saya akan memberitahukan pada jenengan semua. :)

Lepas dari pemberitaan itu, saya percaya SMA dan SMK sama-sama pentingnya. Keduanya memiliki pangsa pasar berbeda. SMK mencetak tenaga kerja siap pakai dan SMA mencetak calon-calon pemikir bangsa. Menurut jenengan, bagaimana lulusan SMK itu?

Design by infinityskins.blogspot.com 2007-2008